Berita Pesawat Lion Air Hilang

Dekompresi - Mengenal Penyebab Tewasnya Penyelam Basarnas saat Evakuasi Lion Air Jatuh

Dekompresi - Mengenal Penyebab Tewasnya Penyelam Basarnas saat Evakuasi Lion Air Jatuh

Editor: Fredrikus Royanto Bau
ANTARA FOTO/DOC.BASARNAS
Personel Basarnas melakukan penyelaman untuk mencari korban pesawat Lion Air bernomor penerbangan JT-610 rute Jakarta-Pangkalpinang yang jatuh di laut utara Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018). 

Dekompresi - Mengenal Penyebab Tewasnya Penyelam Basarnas saat Evakuasi Lion Air Jatuh

POS-KUPANG.COM - Dekompresi menjadi salah satu topik yang membuat orang penasaran.

Kata dekompresi menjadi salah satu kata yang paling dicari.

Kata ini dicari karena terkait dengan penyebab tewasnya penyelam Basarnas saat Evakuasi Lion Air JT 610 yang jatuh pekan lalu.

Seperti diberitakan, salah seorang anggota Tim SAR gabungan meninggal dunia saat mengevakuasi korban dan serpihan pesawat Lion Air di perairan Karawang, Jawa Barat, Jumat (2/11/2018).

Baca: Rapat Komisi V DPRD NTT dengan Dinas Nakertrans Ditunda

Baca: Kabasarnas: Ada Penyelam yang Sudah Melihat Badan Pesawat Lion Air

Baca: Lorens Taniu Mengakui dengan Ikut GISA, Cetak E-KTP Hanya 30 Menit

Penyelam bernama Syachrul Anto yang merupakan anggota Indonesian Diver Rescue Team itu, diduga meninggal dunia akibat dekompresi.

Kondisi ini muncul ketika tubuh merasakan perubahan tekanan air atau udara yang terlalu cepat, sehingga nitrogen dalam darah membentuk gelembung yang menyumbat pembuluh darah dan jaringan organ.

Penyakit dekompresi merupakan dampak perubahan tekanan, baik air atau udara, yang terjadi terlalu cepat. 

Baca: Hasil MotoGP Malaysia 2018 - Marc Marquez Pole Position di Sesi Kualifikasi, Valentino Rossi?

Baca: Launching GISA, Minggu Mere: Ini Bukan Politik Semata

Baca: Presiden Sampaikan Duka Cita atas Gugurnya Penyelam Basarnas

Misalnya ketika menyelam, penyakit dekompresi akan muncul jika proses kembali menuju ke permukaan tidak dilakukan secara bertahap, atau tanpa menerapkan safety stop (berhenti beberapa menit di kedalaman tertentu) sesuai aturan dasar keselamatan menyelam.

Pada dasarnya, tubuh perlu waktu untuk beradaptasi dengan perubahan tekanan yang ada.

Jika perubahan tekanan terjadi terlalu cepat, nitrogen yang terkandung dalam darah akan membentuk gelembung-gelembung yang bisa menyumbat pembuluh darah dan jaringan organ.

Lalu, pembuluh darah atau jaringan organ yang tersumbat dapat menimbulkan rasa sakit dan gejala lain.

Terdapat beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit dekompresi, antara lain adalah:

* Dehidrasi,

* Langsung melakukan penerbangan setelah menyelam,

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved