Berita Sumba Timur Terkini

Jacki Uly Sebut Meredam Aksi Hoaks di Medsos Melalui Pendidikan dan Budaya

Untuk meredam penyebaran berita bohong atau hoaks di media sosial (Medsos) harus melalui pendidikan dan menggali kembali budaya.

Jacki Uly Sebut Meredam Aksi Hoaks di Medsos Melalui Pendidikan dan Budaya
POS-KUPANG.COM/Robert Ropo
Para pemateri saat melakukan sosialisasi pemanfaatan media sosial sebagai informasi publik di era digital. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Untuk meredam aksi menyebarkan berita bohong atau hoaks bagi masyarakat di media sosial (Medsos) harus melalui pendidikan dan menggali kembali budaya.

Anggota Komisi 1 DPR RI, Drs. Jacki Uly, M.H kepada wartawan seusai kegiatan Seminar Pemanfaatan Media Sosial sebagai Informasi Publik di Era Digital di Aula Hotel Padadita Beach Waingapu, Selasa (23/10/2018).

Jacki Uly mengatakan, melalui kegiatan itu masyarakat lebih tahu fungsi dan manfaat dari media sosial sehingga masyarakat tidak terjerumus dalam menyebarkan atau berkomentar hal yang hoaks dan buruk dalam medsos.

Baca: Atap Sekolah Nyaris Ambruk Diguyur Hujan, Siswa Belajar di Teras

Menurut Jacki Uly, banyak yang terjerumus karena ikut mengomentari, dan kadang-kadang membuat status di medsos yang membahayakan dirinya sendiri.

Menurutnya, dengan menyebarkan isu hoaks atau berita bohong di medsos memiliki efek atau sanksi yang begitu berat dan dapat memecah belahkan keutuhan bangsa.

Baca: Seorang Anggota TNI di Nabire Papua Tewas Dikeroyok

"Seperti perang dunia seperti perang Irak ini juga karena menyalahgunakan medsos saja yang sebenarnya tidak memberikan informasi atau komentar yang tidak perlu," ungkap Jacki Uly.

Kepala Divisi SDM dan Humas Badan Aksesibilitas Komunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Kominfo RI, Ari Soegeng Wahyuniarti, kepada wartawan usai kegiatan itu mengatakan, BAKTI memang khusus membangun atau memperatakan akses telekomunikasi dan informasi, namun pihaknya juga membangun ekosistemnya dengan membangun pemberdayaan terhadap masyarakat. Salah satunya adalah mengenalkan bagaimana memanfaatkan medsos sebagai ajang untuk menyebarluaskan informasi yang posistif.

"Karena kita saat-saat menjelang tahun politik ini pasti banyak hal yang intrik-intrik dalam Medsos tang dapat memecahkan kesatuan," kata Wahyuniarti.

Wahyuniarti juga mengatakan pihak Kominfo memiliki drone 9 yang merupakan salah satu perangkat ITE yang digunakan untuk menangkal hal yang sifatnya negatif.

Di sisi lain juga bagaimana karakter pribadi sendiri untuk membantu mengurangi menyebarkan berita hoaks dan semakin banyak menyebarkan berita-berita baik dalam medsos. (*)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved