Berita Kabupaten Sumba Timur

Sebagian Besar Warga Desa Laijanji Sumba Timur Berusaha Sargasum

sargasum dijual dengan harga perkilogram Rp 1000 harus kering bukan basah sehingga setelah mendapatkan rumput Sargasum harus dijemur

Sebagian Besar Warga Desa Laijanji Sumba Timur Berusaha Sargasum
POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO
Warga sedang menjemur rumput Sargasum 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU----Sebagian besar warga Desa Laijanji dan sebagian desa lainya di Kecamatan Wulawaijelu Kabupaten Sumba Timur berusaha mencari rumput Sargasum. Sargasum merupakan rumput yang tumbuh di laut.

Warga setempat Ana Hida kepada POS-KUPANG.COM, Minggu (14/10/2018) mengatakan, penghasilan utama mereka adalah berusaha dengan mencari sargasum di laut sekitaran Pantai Watuparunu, selain usaha ternak dan usaha hasil pertanian lainya.

Kata Ana Hida Harga yang dijual sargasum tersebut perkilogram sebesar Rp 1000.

"Ya kalau kita kuat cari bisa dapat banyak tergantung kemampuan kita saja ini,"ungkap Ana Hida.

Baca: Don Arakian Sebut Bambu Bahan Bangunan Alternatif Tahan Gempa

Warga lainya, Nona Konda Betu juga kepada POS-KUPANG.COM juga menyampaikan hal yang sama.

Konda Betu menambahkan, sargasum yang dijual dengan harga perkilogram Rp 1000 tersebut harus kering bukan basah, sehingga mereka setelah mendapatkan rumput Sargasum tersebut sebelum dijual harus dijemur terlebih dahulu.

"Tapi jemurnya tidak lama satu hari sudah kering tapi tergantung juga matahari. Tapi kalau disini 1 hari sudah kering,"kata Konda Betu.

Konda Betu juga mengatakan, penghasilan dari hasil rumput Sargasum tersebut bervariasi tergantung banyaknya mereka cari.

Warga pengusaha lainya, Tamu Ama juga menambahkan, rumput Sargasum tersebut sangat banyak tumbuh di peraiaran Watuparunu.

"Banyak rumput itu di pantai ini, tergantung saja kita kuat cari, tumbuh rumput ini tidak di ke kedalaman tapi dekat dengan bibir pantai sehingga bukan hanya laki-laki saja, perompuan juga bisa cari,"kata Tamu Ama.

Tamu Ama juga mengatakan, soal penghasilan tergantung dari kemampuan mencari jika banyak bisa mencapai 3 juta rupiah, tapi kadang hanya bisa mencapai 50 ribu rupiah saja. (*)
Area lampiran


Penulis: Robert Ropo
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved