Berita Kabupaten Kupang Terkini

Bawaslu Klarifikasi Dugaan Pelanggaran Kampanye Caleg Golkar

Bawaslu Kabupaten Kupang mengklarifikasi dugaan pelanggaran kampanye oleh caleg dari Golkar atas nama Alberto A Tatibun

Bawaslu Klarifikasi Dugaan Pelanggaran Kampanye Caleg Golkar
POS-KUPANG.COM/Edi Hayong
Ketua Bawaslu Kabupaten Kupang, Martony Reo (tengah) saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di Oelamasi, Jumat (12/10/2018) petang. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong

POS-KUPANG.COM | OELAMASI - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kupang mengklarifikasi dugaan pelanggaran kampanye oleh caleg dari Golkar atas nama Alberto A Tatibun.

Dari hasil kajian Bawaslu, yang bersangkutan tidak melakukan pelanggaran kampanye dan tidak ada unsur pidana.

Ketua Bawaslu Kabupaten Kupang, Martony Reo menyampaikan ini kepada wartawan di Oelamasi, Jumat (12/10/2018) petang.

Baca: BMKG Berikan Peringatan Dini Agar Waspadai Gelombang Setinggi 2 Meter di Sejumlah Perairan NTT

Martony didampingi empat komisioner itu menjelaskan, permasalahan yang diduga dilakukan Alberto Tatibun ini ditindaklanjuti di Bawaslu atas laporan dari Panwascam Nekamese.

Pihaknya setelah menerima laporan lalu langkah yang dilakukan adalah mengkaji sesuai aturan bawaslu dan PKPU. Dari hasil kajian pada kejadian di Nekamese itu tidak ada unsur pidana termasuk tidak ada pelanggaran kampanye.

Baca: El Tari Dirgantara Road Race Championship Seri 3, Ajang Cari Bakat dan Galang Dana Gempa Palu

"Jadi seorang caleg kalau sudah ditetapkan DCT tidak boleh ada aktivitas lagi jika yang bersangkutan bekerja pada lembaga yang pendanaannya dari uang negara. Khusus untuk caleg atas nama Alberto, sejak ditetapkan namanya masuk DCT sudah tidak beraktifitas lagi sebagai tenaga Link BRI. Dia sudah diberhentikan secara fisik oleh link BRI," katanya.

Dia mengatakan, dalam konteks persoalan yang dihadapi Alberto, kajian bawaslu tidak menemukan unsur memberi dan memengaruhi warga untuk kepentingan kampanye. Dalam aturan yang namanya kampanye, unsur yang terjadi apakah yang bersangkutan membagikan stiker atau ada ajakan untuk memilih yang bersangkutan. Dari kajian bawaslu tidak ada maka itu bukan kampanye.

Sementara Komisioner lain, Adam Bao menjelaskan, persoalan di Nekamese itu terjadi pada Senin (8/10/2018) dimana pihak Panwascam Nekemese mendapat laporan ada kegiatan oleh oknum caleg.

Anggota panwascam kemudian ke lokasi dan menemukan kegiatan pemberian dana bantuan PKH di rumah Alberto di Desa Tunfeu. Panwascam melakukan pemantauan sampai warga bubar dari kediaman Alberto.

"Karena dia caleg maka panwascam lakukan rapat telaah peristiwa itu apakah dikategori masuk pelanggaran kampanye atau tidak. Karena belum bisa disimpulkan maka mereka teruskan ke Bawaslu Kabupaten Kupang. Pada Kamis (11/10/2018) kami lakukan kajian awal. Dari kajian terhadap persoalan caleg dari Partai Golkar dapil IV no urut 4 ini tidak melakukan pelanggaran kampanye," kata Adam.

Tentang keterangan dari Partai Golkar, Adam mengatakan, pihaknya sudah meminta penjelasan dan yang bersangkitan merupakan caleg untuk DPRD Kabupaten Kupang. (*)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved