Berita Internasional
Hutang Negara Capai Rp 3 Triliun Lebih, Ini Cara Unik Yang Dilakukan PM Malaysia Mahathir
Hutang Negara capai Rp 3 triliun lebih, ini cara unik yang dilakukan PM Malaysia Mahathir Muhammad untuk selamatkan negaranya.
POS-KUPANG.COM - Hutang Negara capai Rp 3 triliun lebih, ini cara unik yang dilakukan PM Malaysia Mahathir Muhammad untuk selamatkan negaranya.
Perdana Menteri (PM) Malaysia, Mahathir Mohamad menyatakan negaranya butuh asupan dana demi melunasi utang.
Hal ini dikarenakan tidak adanya kemampuan finansial Malaysia membayar utang negara sebesar 1 triliun Ringgit (Rp 3.663 triliun).
Dikutip dari Kompas.com, Rabu (10/10/2018) untuk mendapatkan pemasukan segar maka Mahathir bakal menjual aset negara Malaysia.
Baca: Ramalan Zodiak Hari Ini, 12 Oktober 2018, Pisces Sensitif, Taurus Lebih Teliti, Gemini Berbahagia
Selain itu ia akan menerapkan peraturan pajak baru kepada rakyatnya.
Terkait pajak baru , PM tertua di dunia itu menerangkan pajak tersebut akan berbeda dari Pajak Penjualan dan Jasa.
"Pajak ini tidak akan membebani rakyat Malaysia terlalu banyak. Karena itu kami masih mencari formulasi yang tepat," papar Mahathir.
Nah, untuk aset negara yang bakal dijual bisa merupakan tanah maupun aset berrharga lainnya.
Mahathir juga mengatakan banyak aset negara sudah dijual kepada pihak asing saat PM sebelumnya, Najib Razak berkuasa.
Namun hasil penjualan aset negara ke asing tersebut tak masuk kas Malaysia, malahan ke kantong pribadi Najib sendiri.
Baca: Luna Maya Kesemsem Sosok V BTS Dan RM BTS, Ini Alasannya Dan Army KPop BTS Langsung Bereaksi
Tapi Mahathir mengungkapkan jika aset negaranya nanti tidak dijual ke asing, melainkan kepada rakyat Malaysia sendiri.
Harapannya aset itu akan dikelola oleh pihak swasta milik rakyat Malaysia dan keuntungannya bisa berputar di dalam negeri.
"Mereka mengembangkan aset seperti misalnya membangun kawasan permukiman yang bisa memberikan mereka keuntungan," kata Mahathir.
Ditambah, Mahathir akan mereformasi kinerja aparat pemerintahan.
"Reformasi itu adalah tantangan yang kami hadapi. Saya yakin kami bisa membentuk kembali aparat yang dihancurkan rezim sebelumnya," tegasnya.