Berita Manggarai Terkini

Dandim Manggarai Cek Langsung Sumber Air ke Lokasi Cetak Sawah di Pacar

Dandim 1612 Manggarai, Letkol Inf. Rudi Markiano Simangunsong, S.Sos mengecek sumber mata air dan jaringan irigasi di lokasi percetakkan sawah baru

Dandim Manggarai Cek Langsung Sumber Air ke Lokasi Cetak Sawah di Pacar
ISTIMEWA
Dandim Manggarai, Letkol Inf. Rudi M Simangunsong, S.Sos saat meninjau percetakan sawah di Kecamatan Pacar, Manggarai Barat. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG.COM | RUTENG - Dandim 1612 Manggarai, Letkol Inf. Rudi Markiano Simangunsong, S.Sos mengecek langsung sumber mata air dan jaringan irigasi di lokasi percetakkan sawah baru di Desa Mata Rata, Desa Benteng Ndope, Kecamatan Pacar, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Sabtu (6/10/2018) siang.

Dandim Rudi didampingi Pasi Ter, Kapten Inf. Musoli, Pasi Pers, Lettu Inf Simon Halek dan Plh Danramil 1612/08 Macang Pacar, Pelda Komang Swandi ingin. Melihat pelaksanaan upaya khusus (Upsus) dalam rangka ketahanan pangan di lokasi percetakan sawah seluas 40 hektar. Tahun ini, Kodim 1612 Manggarai membuka persawahan baru di Kecamatan Pacar.

Baca: Orang Terkaya Hongkong Ini Sumbang Rp 75 Miliar untuk Korban Bencana Sulteng

Kepada POS-KUPANG.COM di Ruteng, Minggu (7/10/2018) siang, Dandim Rudi menjelaskan, dirinya saat pengecekan telah memberikan pengarahan kepada para kelompok tani percetakan sawah.

Baca: Penumpang Berkelahi di Pesawat, Angkatan Udara Belanda Kirim Dua F-16

"Cetak sawah ini saya ditugaskan sebagai kepala pelaksana lapangan selama ini saya hanya membaca dokumen saja 20 sampai 25 kelompok tani cetak sawah ini sangat bagus dan saya sudah 2 kali ke tempat ini saya sudah lihat tadi. Perlu saya tegaskan harus ada kesepakatan masalah lahan agar jangan berkelahi dan ribut. Bicarakan bersama di desa. Program pemerintah membantu rakyat kita agar kita jangan beli beras lagi dari luar Negeri," ujar Rudi.

Ia mengungkapkan, setelah ada persawahan baru petani harus rajin menanam padi sehingga membawa kesejahteraan.

Frans Pon, Ketua Kelompok Tani Rejeleleng 1 saat dialog bersama Dandim Rudi menyampaikan kalau selama petani menanam jagung dulu baru padi. Namun sekarang bisa tanam padi karena sudah ada lahan baru.

Stefanus Din, Tua Lingko Rata mengatakan, pembagian lahan akan dilakukan tanpa ada masalah. (*)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved