Berita Nasional Terkini

Tim Jokowi-Ma'ruf Siapkan Langkah Hukum soal Kebohongan Ratna Sarumpaet

Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin tengah menyiapkan langkah hukum terkait kebohongan penganiayaan Ratna Sarumpaet

Tim Jokowi-Ma'ruf Siapkan Langkah Hukum soal Kebohongan Ratna Sarumpaet
KOMPAS.com/DAVID OLIVER PURBA
Aktivis Ratna Sarumpaet mensomasi Dinas Perhubungan DKI Jakarta terkait kejadian penderekan yang dilakukan petugas Dinas Perhubungan terhadap mobil Ratna yang parkir di ruas jalan Taman Tebet, Jakarta Selatan pada Selasa (3/4/2018). 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin tengah menyiapkan langkah hukum terkait kebohongan penganiayaan Ratna Sarumpaet yang sebelumnya terdaftar sebagai juru kampanye kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Hal itu disampaikan Direktur Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Irfan Pulungan, melalui keterangan tertulis, Rabu (3/10/2018).

"Berdasarkan pertimbangan hukum dan fakta yang ada, Tim Hukum dan Advokasi TKN Jokowi-Maruf akan melaporkan pihak yang menyudutkan pasangan calon Jokowi-Ma'ruf kepada Mabes Polri sehubungan berita bohong penganiayaan Ratna Sarumpaet sebagai salah satu anggota Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi," kata Irfan.

Baca: Satgas Yonif 743/PSY Berikan Sembako Buat Warga Belu

Pihaknya juga meminta kepada Kapolri agar bertindak tegas terhadap mereka yang membuat dan menyebarkan berita bohong untuk kepentingan kelompok tertentu.

Apalagi, kata dia, berita soal penganiayaan Ratna diviralkan ke media massa besar dan media sosial.

Baca: El Tari Kupang Jadi Penampung Parkir Pesawat Delegasi Peserta Pertemuan IMF

Ia menyatakan tindakan membuat dan menyebarkan berita bohong adalah perbuatan pidana sebagaimana diatur dalam pasal 28 ayat 2 Juncto Pasal 45 ayat 2 UU No. 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Ia juga meminta Majelis Kehormatan DPR untuk memeriksa adanya dugaan keterlibatan anggota DPR yang turut menyebarkan berita bohong penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet.

Irfan menilai tindakan tersebut tidak patut dan tidak etis sebagai wakil rakyat. "Kami mengimbau kepada seluruh elite politik untuk menjaga kesantunan dalam berpolitik dan menjunjung tinggi semangat kampanye damai yang telah dideklarasikan secara bersama pada tanggal 23 September 2018 di Monas," lanjut Irfan.

Ratna Sarumpaet sebelumnya mengakui bahwa dia tidak pernah dianiaya atau dikeroyok di kawasan Bandara Husein Sastranegara, Bandung, pada 21 September 2018.

Ia membantah kabar serta pernyataan sejumlah tokoh yang menyebut Ratna dianiaya hingga wajahnya lebam.

"Jadi tidak ada penganiayaan. Itu hanya khayalan entah diberikan setan-setan mana dan berkembang seperti itu," ujar Ratna di rumahnya di kawasan Kampung Melayu Kecil V, Jakarta Selatan, Rabu (3/9/2018).

Ratna mengatakan, pada 21 September dia mendatangi salah satu rumah sakit bedah di Jakarta Pusat untuk operasi sedot lemak.

Namun, saat operasi selesai, Ratna melihat wajahnya lebam-lebam. Ia pun kembali ke rumah dan menjelaskan penyebab wajahnya lebam kepada anak-anaknya.

Saat sampai di rumah, Ratna mengaku kondisi wajahnya itu karena ia dipukuli oleh beberapa orang. Ratna meminta maaf kepada semua pihak yang telah dia bohongi.

"Saya minta maaf kepada Pak Prabowo yanh telah membela saya kemarin," ujar Ratna. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved