Berita Nasional Terkini

Majelis Etik Partai Golkar Minta Kader yang Dukung Prabowo-Sandi Dipecat

Majelis Etik Golkar meminta agar para kader Golkar yang menamakan dirinya sebagai forum caleg Go Prabu itu dipecat.

Majelis Etik Partai Golkar Minta Kader yang Dukung Prabowo-Sandi Dipecat
KOMPAS.com/MAULANA MAHARDHIKA
Capres Nomor urut 1, Joko Widodo dan nomor urut 2 Prabowo Subianto, berjalan bersama pada Deklarasi Kampanye Damai dan Berintegritas di Kawasan Monas, Jakarta, Minggu (23/9/2018). Deklarasi tersebut bertujuan untuk memerangi hoaks, ujaran kebencian dan politisasi SARA agar terciptanya suasana damai selama penyelenggaraan Pilpres 2019. 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Majelis Etik Partai Golkar bersikap atas adanya sejumlah kader Golkar yang menyatakan dukungan kepada pasangan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Majelis Etik Golkar meminta agar para kader Golkar yang menamakan dirinya sebagai forum caleg Go Prabu itu dipecat.

"Majelis Etik selaku lembaga penegakan etika Partai Golkar merekomendasikan kepada Ketua Umum Partai Golkar mengambil tindakan tegas berupa sanksi pemberhentian/pemecatan dari keanggotaan Partai Golkar," kata Ketua Majelis Etik Partai Golkar, Mohammad Hatta, Rabu (3/10/2018).

Baca: Uang yang Diserahkan Eni dan Pengurus Golkar ke KPK Capai Rp 1,7 Miliar

Hatta menjelaskan, sikap kader Golkar yang mendukung Prabowo-Sandi itu jelas bertentangan dengan keputusan Munaslub Partai Golkar Tahun 2017.

Sebab, dalam forum tertinggi tersebut, Golkar sudah memutuskan mendukung Presiden petahana Joko Widodo di Pilpres 2019.

Baca: Wanita Korea Menangis di Depan Jokowi Minta Keluarganya Ditemukan

Sampai saat ini juga keputusan tersebut belum diralat atau dicabut. Golkar tetap konsisten mendukung Jokowi yang berpasangan dengan Ma'ruf Amin.

"Setiap perbuatan anggota Partai Golkar yang tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana diatur dalam AD/ART, PDLT, Peraturan Organisasi, Juklak, dan Keputusan Partai, akan dikenai sanksi," ucap Hatta.

Majelis Etik juga mempermasalahkan sikap kader Golkar pendukung Prabowo-Sandiaga yang menggunakan lambang, logo, atribut Golkar.

"Majelis Etik juga merekomendasikan Ketum Golkar untuk mengambil langkah hukum yang dianggap perlu terhadap penyalahgunaan penggunaan lambang, logo, atribut dan penggunaan nama partai Golkar," kata Hatta.

Sebelumnya, sejumlah politisi Partai Golkar menggalang dukungan untuk pasangan calon nomor urut 2 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Mereka menyebut kumpulannya dengan nama GoPrabu (Golkar Prabowo-Uno).

Salah satu koordinator GoPrabu Cupli Risman mengatakan, ia dan sejumlah politisi Golkar yang bergabung ke dalam GoPrabu menilai, elektabilitas Golkar setelah resmi mendukung Jokowi saat ini mengkhawatirkan.

Apalagi, kata Cupli, di beberapa daerah pemilihan (dapil), sosok Jokowi tak mampu memberikan efek keterpilihan bagi para caleg.

"Sampai hari ini kan sudah ditetapkan bukan dari Golkar wapresnya dan ini kalkulasi politik kita tidak menguntungkan bagi caleg-caleg yang bertarung di lapangan di dapil masing masing," ucap Cupli saat dihubungi, Senin (24/9/2018). (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved