Berita Sumba Barat Terkini
DPRD Sumba Barat Sarankan Keruk Kali Wangge, Ini Tujuannya
DPRD Kabupaten Sumba Barat meminta pemerintah daerah menganggarkan dana untuk membiayai pengerukan kali Wangge di Desa Lokorii
Penulis: Petrus Piter | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | WAIKABUBAK - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumba Barat meminta pemerintah daerah menganggarkan dana untuk membiayai pengerukan kali Wangge di Desa Lokorii, Kecamatan Tanah Righu, agar dapat menemukan mata air kali Wangge.
Dengan demikian dapat memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga Desa Lokorii. Sebab kali Wangge merupakan andalan rakyat Desa Lokorii.
Anggota DPRD Sumba Barat, Mateos Bayo menyampaikan hal itu di Kantor DPRD Sumba Barat, Rabu (26/9/2018).
Baca: Gempa Sumba NTT Tidak Berpotensi Tsunami, Arief Imbau Masyarakat Tetap Tenang
Menurut Mateos, saat ini, kondisi kali Wangge sudah kering akibat kemarau panjang. Kekeringan juga diduga disebabkan endapan lumpur, batu, kayu dan kotoran lainnya yang menutup kali Wangge.
Hal itu karena selama ini kali Wangge tidak pernah kering meski mengalami musim panas berkepanjangan.
Baca: Gempa Sumba NTT, Pusatnya di Sumba Timur tapi Getarannya Dirasakan hingga NTB
Untuk itu, ia meminta pemerintah setempat mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh mengalokasikan anggaran untuk membiayai pengerukan kali Wangge guna menemukan mata air Kali Wangge yang tertutup akibat endapan lumpur. Dengan demikian, air kembali mengalir lancar dan rakyat dapat menikmatinya dengan baik.
Ia menambahkan, selama ini rakyat benar-benar mengalami kesulitan terhadap kebutuhan air bersih. Terhadap warga yang mampu dapat membeli air melalui mobil tangki. Tetapi bagi warga tak mampu tetap mengandalkan kali Wangge meskipun harus berjam-jam lamanya menunggu tetesab mara air kali Wanggi.
Anggota DPRD Sumba Barat, Mateos Bayo yang juga kembali mencalonkan diri sebagai calon legislatif DPRD Sumba Barat periode 2019-2024 meminta pemerintah dapat mengalokasikan anggaran pengadaan beberapa sumur bor bagi kebutuhan air bersih 2000-an rakyat Desa Lokorii, Kecamatan Tanah Righu, Sumba Barat. (*)