Berita Kota Kupang
Kalau Sepi Kami Dapat Rp 40 Ribu! Ini Profesinya
penjaga parkiran di Rumah Makan Bambu Kuning, dengan rajin menahan kendaraan-kendaraan lain yang melintas.
Penulis: PosKupang | Editor: Ferry Ndoen
Laporan reporter: Ambuga Lamawuran
POSKUPANG.COM, Kupang - Suasana di Jalan Perintis Kemerdekaan No 1, Oebufu, Kota Kupang, Rabu (26/9/2018) siang, cukup ramai.
Di depan rumah makan Bambu Kuning, terlihat beberapa sedan sedang parkir.
Tidak lama berselang, pemilik-pemilik sedan beranjak menggunakan sedannya masing-masing.
Baca: Duet Lagu Kiss And Make Up, Dua Lipa Blak-Blakkan Bicara Tentang BLACKPINK, Soal Apa Ya Dua Lipa?
Ketika mereka ke tepi jalan, Yafet Upu (48), penjaga parkiran di Rumah Makan Bambu Kuning, dengan rajin menahan kendaraan-kendaraan lain yang melintas. Kepadanya lalu diberikan uang parkir.
"Kalau sepi, kami hanya dapat Rp 40 ribu sehari," kata Yafet kepada poskupang.com, Rabu (26/9/2018).
Dirinya mengisahkan, hal ini tergantung dari ramai atau tidaknya jumlah kendaraan yang parkir.
"Kalau ramai, kami bisa dapat Rp. 60 ribu. Itu di luar uang setoran kepada pemilik tanah," katanya.
Yafet hanyalah penjaga parkiran. Dia mengaku tidak mengetahui perjanjian seperti apa yang berlaku antara pihak pemilik tanah pihak Dinas Perhubungan Kota Kupang.
"Nanti yang urus itu pemilik lahan. Saya hanya jaga dan setor saja. Sehari saya setor Rp. 60 ribu," katanya.
Dia mengaku, dirinya sangat terbantu dengan pekerjaan ini.
Selama ini pun, tambahnya, tidak dapat kendala yang dihadapinya sebagai tukang parkir. (*)