Berita Kabupaten Lembata

Jamal dan Anton Dituntut 6 Tahun Penjara, Kasus Kematian Pati Leu Di Lapas Kelas III Lembata

Dua oknum petugas Lapas Kelas III Lembata, masing-masing Jamaludin Umar dan Anton Purwanto dituntut 6 tahun penjara dalam kasus kematian Pati Leu

Jamal dan Anton Dituntut 6 Tahun Penjara,  Kasus Kematian Pati Leu Di Lapas Kelas III Lembata
POS KUPANG/FRANS KROWIN
Terdakwa Jamaludin Umar dan Anton Purwanto saat sidang di Pengadilan Negeri (PN) Lembata di Lewoleba, Senin (24/9/2018). 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA --- Dua oknum petugas Lapas Kelas III Lembata, masing-masing Jamaludin Umar dan Anton Purwanto dituntut 6 tahun penjara dalam kasus kematian Pati Leu, seorang narapidana yang sedang menjalani masa tahanan di dalam lapas setempat, 20 Desember 2016 lalu.

Tuntutan pidana itu dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Amar Denny Hari dalam sidang kasus dugaan pembunuhan Pati Leu di Lapas Lembata pada Rabu, 20 Desember 2016 silam. Sidang kasus tersebut berlangsunh di Pengadilan Negeri (PN) Lewoleba, Senin (24/9/2018).

Sidang kasus tersebut dipimpin Ketua Majelis Hakim, Ary Wahyu Irawan yang didampingi Artha Putranto dan Ngurah Suradata, masing-masing sebagai hakim anggota. Hadir pula penasihat hukum 9 terdakwa, Blasius Dogel Lejap.

Untuk diketahui, dalam kasus dugaan pembunuhan di Lapas Lembata itu, napi Pati Leu ditemukan telah menjadi mayat di depan kamar mandi lapas tersebut sekitar pukul 04.30 dini hari, Rabu (20/12/2016).

Dalam kasus kematian Pati Leu tersebut, polisi lantas melakukan penyelidikkan dengan meminta keterangan sejumlah pegawai lapas, juga para narapidana yang saat itu sedang menjalani masa tahanan.

Keterangan sejumlah saksi itu merupakan titik terang untuk mengungkap misteri dibalik kematian narapidana tersebut. Setelah ditelusuri akhirnya terkuak bahwa kematian narapidana itu diawali dengan tindak pidana penganiayaan oleh 9 oknum petugas lapas tersebut.

Pada sidang di PN Lembata, Senin (24/9/2018) dengan agenda pembacaan tuntutan jaksa penuntut umum, Amar Denny Hari mengatakan, berdasarkan fakta persidangan dan bukti-bukti hukum lainnya, 9 petugas Lapas Lembata terbukti secara hukum melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap Pati Leu hingga korban meninggal dunia.

Dalam kasus tersebut, perkaranya displit menjadi 6 berkas. Pemisahan berkas itu disesuaikan dengan tindak pidana masing-masing terdakwa. Sementara dua terdakwa atas nama Jamaludin Umar dan Anton Purwanto dalam satu berkas.

Dalam berkas perkara itu, JPU Amar Denny Hari meminta majelis hakim untuk menjatuhkan vonis 6 tahun penjara pada kedua terdakwa tersebut. Pasalnya, keduanya terbukti melakukan tindak pidana penganiayaan hingga korban menghembuskan nafas terakhir.

Hal-hal memberatkan, yakni pertama, tindakan Jamaludin dan Anton meresahkan masyarakat. Kedua, sebagai petugas Lapas, keduanya harus menjaga dan membina korban agar menjadi baik. Bukan sebaliknya melakikan tindakan yang melanggar hukum. Ketiga, tindakan Jamaludin dan Anton itu tergolong sadis. Sebab menganiaya korban saat yang bersangkutan dalam keadaan tak berdaya.

Lanjutan sidang kasus tersebut akan digelar.pekan depan, Senin (1/10/2018) dengan agenda pembacaan pleidoi (pembelaan) yang dilakukan Penasihat Hukum Terdakwa, Blasius Dogel Lejap. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help