Berita Nasional Terkini

Ini Daftar Sementara Tim Juru Bicara Pasangan Prabowo-Sandiaga

Dahnil Anzar Simanjuntak, menuturkan, pihaknya menyiapkan puluhan juru bicara jelang penyelenggaraan Pilpres 2019 mendatang.

Editor: Kanis Jehola
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Koordinator juru bicara pasangan calon presiden Prabowo Subianto dan calon wakil presiden Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, saat ditemui di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (21/9/2018) malam. 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Koordinator juru bicara pasangan calon presiden Prabowo Subianto dan calon wakil presiden Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, menuturkan, pihaknya menyiapkan puluhan juru bicara jelang penyelenggaraan Pilpres 2019 mendatang.

Saat dikonfirmasi, Dahnil membenarkan daftar 17 juru bicara yang beredar di kalangan wartawan. Namun, ia mengatakan daftar tersebut masih bisa bertambah hingga berjumlah 28 orang

"Sebagian benar. Nanti teman-teman bisa lihat di KPU. Ada tambahan. Jubir itu ada 17 sampai 28. Bisa saja bertambah, karena saya sendiri tidak bisa melayani teman-teman (wartawan) begini," ujar Dahnil saat ditemui di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (21/9/2018) malam.

Baca: UGM Kerja Sama Pemprov NTT Kembangkan Budidaya Padi dengan Metode SRI

Adapun daftar juru bicara sementara pasangan Prabowo-Sandiaga yang beredar saat ini adalah 1. Dahnil Anzar Simanjuntak (koordinator)
2. Mayjen TNI (Purn) Sudrajat - Gerindra
3. Al-Muzzammil Yusuf - PKS
4. Dede Yusuf - Demokrat
5. Ferry Juliantono - Gerindra
6. Viva Yoga Mauladi - PAN
7. Rachland Nashidik - Demokrat
8. Desi Ratnasari - PAN
9. Andre Rosiade - Gerindra
10. Rahayu Saraswati Djodjohadikusumo - Gerindra
11. Memed Sosiawan - PKS
12. Ledia Hanifa Amaliah - PKS
13. Faldo Maldini - PAN
14. Rico Rustombi - Demokrat
15. Putu Supadma - Demokrat
16. Irene
17. Sugiono - Gerindra

Dahnil menegaskan bahwa tim juru bicara yang tergabung dalam Badan Pemenangan Nasional berkomitmen untuk mengedepankan kampanye damai.

Menurut Ketua PP Pemuda Muhammadiyah itu, proses demokrasi dan kontestasi Pemilu Presiden harus dipandang sebagai ajang untuk beradu argumentasi dan gagasan.

"Kami ingin menunjukkan demokrasi kita, pilpres kita, itu harus dilaksanakan dengan suasana gembira. Kontestasi ini harus kita maknai sebagai kesempatan untuk menunjukkan seni berargumentasi, seni adu gagasan," kata Dahnil. (*)

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved