Berita Kabupaten Sumba Timur
Bunga Sakura Sumba Timur Banyak Dikunjungi Wisata Mancanegara
Pohon Sakura atau dalam bahasa Sumba Timur disebut Konjil. Pohon Sakura memang memiliki keindahan yang cukup menakjubkan bagi anda
Penulis: Robert Ropo | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Robert Ropo
POS-KUPANG.COM | WAINGAPU--Pohon Sakura atau dalam bahasa Sumba Timur disebut Konjil. Pohon Sakura memang memiliki keindahan yang cukup menakjubkan bagi anda, apalagi bagi para pencinta bunga.
Namun, bunga Sakura ini juga memiliki manfaat untuk obat yang khasiat untuk penyembuhan penyakit kulit bagi orang dewasa, dan jika mengalami sakit badan bisa juga mandi dari air rebusan sakura.
Hal itu disampaikan warga Desa Hamba Praing Nggaba Yani, Bangkahi, Delu Wulu Ratu, dan Maria Ndai Ngana kepada POS-KUPANG.COM, Sabtu (22/9/2018).
Bangkahi mengatakan, selain untuk obat itu, juga air rebusan sakura itu bisa dimandikan kepada anak yang baru lahir atau masih baby.
"Ini obat Sakura sangat bagus dan mujarab. Kita ambil bunga, daun dan akar pohon Sakura kita rebus, airnya mandi untuk orang yang kena penyakit kulit, atau badan terasa sakit. Begitu juga mandi kasih anak merah yang baru lahir itu untuk kulit anak halus dan lembut,"kata Bangkahi dibenarkan oleh Maria Ndai Ngana dan sejumlah warga lainya.
Delu Wulu Ratu juga menambahkan, pohon sakura ini paling banyak tumbuh di wilayah Desa Hamba Praing, Mondu dan sejumlah deda di wilayah Kanatang dan sebagian kecil di Kecamatan Haharu.
"Sakura ini juga tumbuh dan bunganya lebat hampir tidak ada daun itu di batu karang atau tanah cadas, kalau tumbuh di tanah humus memang subur pohonya, tetapi bunga sedikit sekali, bahakan tidak ada bunga sama sekali,"kata Delu dibenarkan warga lainya.
Delu juga mengatakan, Pohon Sakura berbunga pada musim puncak kemarau dari bulan Agustus hingga Oktober, jika memasuki bulan November bunganya mulai berguguran.
"Bunganya berawal dari merah mudah, kemudian semakin lama putih. Kalau bunganya sudah putih, maka tidak lama lagi akan gugur,"kata Delu dibenarkan warga lainya.
Nggaba Yani juga mengatakan, pohon sakura ini tumbuh secara liar, tidak ada cerita awal mulah tumbuh pohon ini karena ditanam oleh masyarakat.
"Jadi pohon sakura ini tumbuhi secara alami, bukan ada orang yang tanam. Kalau sudah memasuki bulan Agustus sampai Oktober itu bunganya mekar bagus sekali. Dan banyak turus-turis dari korea, China, Inggris, Italia, Amereka dan sejumlah negara lainya di Asia, Eropa dan America Latin datang foto bunga ini,"ungkap Nggaba juga dibenarkan warga lainya. (*)