Berita Rekrutmen CPNS 2018

Tak Lolos Seleksi CPNS, Pegawai Honorer Bisa Jadi PNS, Tapi Tidak Dapat Uang Pensiun

Tenaga honorer yang tidak lolos seleksi CPNS tahun 2018 khususnya tenaga pendidikan dan kesehatan tetap bisa menjadi ASN.

Tak Lolos Seleksi CPNS, Pegawai Honorer Bisa Jadi PNS, Tapi Tidak Dapat Uang Pensiun
CPNS 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA -- Tenaga honorer yang tidak lolos seleksi CPNS tahun 2018 khususnya tenaga pendidikan dan kesehatan tetap bisa menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Pemerintah memberikan solusi [bagi tenaga honorer yang tidak lolos tes CPNS atau tidak memenuhi persyaratan untuk mengikuti CPNS] dengan membuat RPP PPPK dan proses rekrutmentnya akan dilakukan setelah ujian CPNS selesai," ujar Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin.

Bahkan, lanjut Syafruddin, meskipun tenaga honorer tersebut tetap gagal menjadi ASN melalui jalur P3K, ia tetap akan bekerja di instansi awal dengan penyesuaian upah sesuai Upah Minimum Regional (UMR).

Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko menambahkan, rencana penerbitan peraturan pemerintah ini dalam rangka mencari putra-putri terbaik bangsa sebagai ASN, yang dilakukan melalui seleksi yang terbuka, adil, obyektif, transparan, dan bebas dari KKN.

Baca: Pemerintah Akan Buka P3K Bagi Tenaga Honorer K2, Termasuk yang Berusia di Atas 35 Tahun

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), ASN terdiri dari dua, yakni pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Saat ini, pemerintah tengah melakukan penataan SDM Aparatur, dengan tujuan mewujudkan ASN yang profesional dan berdaya saing.

"Saat ini terdapat masalah ketidakjelasan status orang yang saat ini bekerja di birokrasi tetapi bukan berstatus PNS. Contoh kasus di bidang pendidikan terdapat 735.825 guru non PNS yang bekerja di sekolah negeri tanpa ada kepastian status (honorer), hal ini dapat diselesaikan antara lain dengan opsi status PPPK yang dari aspek tertentu lebih fleksibel dibandingkan dengan PNS." ujar Moeldoko.

Baca: 5 Kasus Candaan Bom di Bandara El Tari Kupang, Salah Satu Pelakunya Perempuan

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana menjelaskan pegawai honorer yang tidak lolos tes CPNS 2018 tetap harus mengikuti seleksi dan persyaratan yang sebagaimana juga akan diatur dalam PP.

"Tentu saja ada persyaratan-persyaratan yang dibutuhkan untuk menjadi PPPK. Dari sisi kualitas dan juga dari sisi usia. Itu pasti akan ditentukan lebih lanjut. Namun kualitas itu diperlukan untuk menjamin bahwa dunia pendidikan dan kesehatan memiliki standar pelayanan yang tinggi. Khusus untuk tenaga guru tenaga honorer dan tenaga kesehatan," kata Bima.

Lebih lanjut, Bima menjelaskan target menyelesaikan PP tersebut akan dilakukan pada 2-3 minggu ke depan, sambil menghitung kemampuan keuangan negara. Bima mengatakan, baik PNS maupun PPPK akan memperoleh hak keuangan yang sama, kecuali uang pensiun. Dari segi gaji, PPPK mendapat jumlah yang sama dengan PNS, artinya di atas UMR.

"Untuk PPPK tidak dibayarkan pensiun tapi bukan berarti tidak boleh mengelola dana pensiun sendiri kan. Jadi misalnya mereka bersedia ikut program pensiun untuk PPPK misal Taspen," kata Bima. Dia melanjutkan, nantinya akan dibuat peta formasi jabatan bagi PPPK yang tidak hanya sebatas untuk guru saja.

"Kemudian juga akan dibuat peta jabatan formasi untuk PPPK, karena PPPK tidak hanya untuk guru saja, nanti akan dibuat prioritas yang mana dulu akan dilakukan perekrutannya," ujar Bima.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menilai, skema PPPK bisa menyelesaikan masalah yang selama ini dihadapi guru honorer yang tidak bisa diangkat jadi PNS. Skema PPPK dinilai setara dengan PNS karena hak keuangan berupa gaji dan tunjangan yang diterima nilainya sama. Bedanya, PPPK tak mendapat uang pensiun.

"Sore ini sudah ada solusi masalah yang cukup laten dalam kaitannya posisi guru khususnya honorer. Mudah-mudahan ini solusi terbaik,"ujar Mendikbud.

"Ini saya kira menunjukkan tingkat kepedulian pemerintah kepada guru. Karena 112 ribu guru yang akan direkrut melalui jalur PNS, dan juga melalui jalur P3K. Ini saya kira langkah yang sangat serius untuk memperhatikan keberadaan guru kita," tambahnya. (Tribun Network/rin/mal/wly)

Editor: Agustinus Sape
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help