Berita NTT

5 Kasus Candaan Bom di Bandara El Tari Kupang, Salah Satu Pelakunya Perempuan

Kasus candaan bom ini bukanlah yang pertama terjadi di Bandara El Tari. Sejak tahun 2015, terhitung sudah terjadi 5 kasus

5 Kasus Candaan Bom di Bandara El Tari Kupang, Salah Satu Pelakunya Perempuan
KOMPAS.com
Ilustrasi Bom 

POS-KUPANG.COM  - Oknum polisi berinisial FHM diturunkan dari pesawat Wings Air 1923 pada Jumat (21/9/2018) gara-gara menyebut kata 'bom' saat berada dalam pesawat yang hendak berangkat menuju Waingapu, Sumba Timur, tersebut.

Pada pukul 05.30 FHM sudah berada di dalam pesawat Wings Air 1923. Ia menaruh barang bawaannya di kabin.

Karena pintu kabin belum ditutup, seorang pramugari kemudian menutup pintu kabin tersebut.

FHM yang duduk di bangku 3A, dekat pramugari yang sedang menutup pintu Kabin, mengatakan, "Itu bukan bom o."

Mendengar FHM mengatakan 'itu bukan bom o', sang pramugari sontak memberi peringatan kepada oknum polisi itu bahwa ia akan diturunkan dari pesawat.

"Bapak akan saya turunkan jika berbicara yang tidak-tidak di dalam pesawat,"  kata sang pramugari.

Padab pukul 06.10 Wita petugas GH TND  bernama Defrianto Ndun mendapat perintah dari Pramugari bernama Septian untuk menurunkan FHM dari dalam pesawat.

Usai diakukan pemeriksaan, FHM langsung diantar ke Pos Avsec Bandara El Tari untuk diproses lebih lanjut.

Kasus candaan bom ini bukanlah yang pertama terjadi di Bandara El Tari. Sejak tahun 2015, terhitung sudah terjadi 5 kasus candaan bom.

1. 21 September 2018: Oknum polisi FHM diturunkan dari pesawat Wings Air 1923 gara-gara menyebut kata 'bom' saat berada dalam pesawat yang hendak berangkat menuju Waingapu, Sumba Timur, tersebut.

2. 17 Juli 2018: Penumpang pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID-6541 rute Kupang-Jakarta, ES diturunkan paksa dari pesawat karena bercanda membawa bom.

3. 25 Agustus 2016: Sekda Flotim, ATM, dipaksa turun dari pesawat Wings Air tujuan Larantuka karena menyebut barang bawaannya berisi bom molotov.

4. 8 Juli 2016: Seorang perempuan berinisial PWB, warga RT 08/RW 03, Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, diamankan petugas karena menyebut kata bom di area Bandara El Tari Kupang.

5. 26 Desember 2015: Aparat Polda NTT menahan 3 pria asal Sukabumi yang bergurau membawa bom, saat hendak terbang dengan Batik Air di Bandara El Tari Kupang.

(*)

Penulis: Agustinus Sape
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved