Berita Nasional Terkini

Ribut Impor Beras, Jokowi Minta Menko Darmin Panggil Mendag dan Dirut Bulog

Ribut-ribut soal impor beras antara Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, dan Direktur Utama Badan Urusan Logistik, Budi Waseso

Ribut Impor Beras, Jokowi Minta Menko Darmin Panggil Mendag dan Dirut Bulog
KOMPAS/WISNU WIDIANTORO
Presiden Joko Widodo mengungkapkan kemarahannya saat menjawab pertanyaan wartawan terkait pencatutan nama Presiden dalam permintaan saham Freeport di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/12/2015). 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Ribut-ribut soal impor beras antara Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, dan Direktur Utama Badan Urusan Logistik, Budi Waseso, sudah sampai ke telinga Presiden Joko Widodo.

Presiden pun meminta Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution untuk memanggil Budi Waseso dan Enggartiasto.

"Secepatnya Presiden (meminta) supaya Menteri Koordinator mengundang," kata kata Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/9/2018).

Baca: Ketua KPK Harap Dirdik Baru Tuntaskan Utang Kasus-kasus Besar

Moeldoko mengatakan, pada prinsipnya tak ada yang salah dengan kebijakan impor beras jika kebutuhan dalam negeri tak tercukupi. Dia pun menilai, perseteruan yang terjadi antara Budi Waseso dan Enggar hanyalah masalah komunikasi.

"Sebentar lagi mau diundang menteri koordinator ekonomi untuk duduk sama-sama. Enggak boleh begitu (ribut-ribut di publik). Semuanya harus berkoordinasi dengan baik," kata Moeldoko.

Baca: Ini Tiga Pejabat Struktural KPK yang Resmi Dilantik

Sementara itu, Menko Darmin memastikan bahwa pertemuan antara Budi Waseso dan Enggar akan digelar dalam waktu dekat. Pertemuan itu juga akan diikuti oleh Menteri Pertanian, Amran Sulaiman. "Saya masih cari waktu," kata Darmin.

Budi Waseso sebelumnya menyatakan, pihaknya harus menyewa gudang milik institusi negara lain untuk menyimpan stok beras yang melimpah.

Buwas pun mengaku bingung dengan Mendag yang menyatakan bahwa persoalan gudang ini bukan urusan pemerintah. Dia tampak kesal bahkan sempat mengeluarkan makian khas jawa.

"Saya bingung ini berpikir negara atau bukan. Coba kita berkoordinasi dan samakan pendapat jika keluhkan fakta gudang. Saya bahkan menyewa gudang itu kan cost-nya nambah. Kita kan sama-sama (urusan) negara," ujar Buwas saat konferensi pers di Kantor Bulog Pusat Jakarta, Rabu (19/9/2018). (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved