Berita Sumba Timur Terkini

Dirjen Ruandha Disambut Tombak dan Parang di Maka Menggit, Sumba Timur

Dirjen Peralihan Perubahan Iklim, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Dr. Ruandha Agung Sugardima melakukan kunker di Sumba Timur

Dirjen Ruandha Disambut Tombak dan Parang di Maka Menggit, Sumba Timur
POS-KUPANG.COM/Robert Ropo
Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim Dr. Ruandha Agung Sugardima sedang disambut dengan tarian adat Sumba Timur. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Dirjen Peralihan Perubahan Iklim, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Dr. Ruandha Agung Sugardima melakukan kunjungan kerja (Kunker) di Sumba Timur, Rabu (19/9/2018).

Berada di Sumba Timur Ruandha melakukan pertemuan bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Timur, kemudian melakukan kunker lapangan pada lokasi sasaran kegiatan Adaptasi Perubahan Iklim (SPARC) di Desa Maka Menggit, Kecamatan Ngaha Ori Angu.

Saat sampai di Maka Menggit Ruandha di Dampingi Wakil Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali, ST.,MT bersama rombongan disambut dengan sejumlah pria yang menggunakan parang dan tombak. Begitu juga dengan sejumlah wanita menggunakan menggunakan parang.

Baca: DPRD Kupang Jaring Asmara Soal HGU Lahan Garam di Babau

Ruandha bersama rombongan saat hendak memasuki pintu pagar halaman kantor desa setempat, mereka dijegal warga kemudian menghunuskan parang dan tombak ke arah Dirjen.

Sambil menghunuskan parang dan tombak ke arah Ruandha dan rombongan, mereka juga terlihat menyentakan kaki dan melanggang-lenggokan badan sambil mengayun-ayun parang dan tombak ke arah Dirjen Ruandha dengan sentakan irama musik dari gendang dan gong yang dimainkan oleh sejumlah warga. Sambil juga teriakan dari warga lainya.

Nampak pada muka Dirjen Ruandha terlihat kaget dan terhipnotis, karena mungkin baru melihat penyambutan seperti itu.

"Itu merupakan tarian Harama. Tarian Harama merupakan tarian adat Sumba Timur sejak dari leluhur nenek moyang orang Sumba khususnya Sumba Timur", ungkap Ndilu Lalupanda salah satu Tokoh masyarakat setempat dan juga terlibat menghunuskan pedang dalam tarian itu.

Ndilu mengatakan, tarian tersebut sering digunakan masyarakat Sumba untuk menyambut para tamu terhormat atau tamu yang baru datang ke Kampung yang baru datang ke kampung itu.

Ndilu mengatakan, tarian tersebut pada zaman dahulu digunakan oleh nenek moyang saat menyambut kemenangan saat pulang dari musuh.

Dirjen Ruandha usai kunker lapangan itu, mengaku sangat terkejut dan menyenangkan karena baru melihat pertama tarian itu.

"Ini tarian sangat luar biasa, saya sangat senang melihatnya. Penyambutan yang meriah tersebut karena mereka sangat senang program SPARC masuk di Desa ini menjawab kebutuhan mereka. Ini benar-benar doa mereka yang didengar oleh Tuhan," kata Ruandha. (*)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help