Berita Kabupaten Ende

Orang Dengan Gangguan Jiwa di Ende Mencapai 124 Orang

rang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Ende saat ini mencapai 124 orang yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Ende

Orang Dengan Gangguan Jiwa di Ende Mencapai 124 Orang
POS-KUPANG.COM/ROMUALDUS PIUS
Kadis Sosial Kabupaten Ende, Yeremias Bore

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM,ENDE---Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Ende saat ini mencapai 124 orang yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Ende namun demikian data tersebut belum terlalu valid karena keberadaan OGDJ masih terus diperbaharui oleh pemerintah.

Baca: Balai PJN X Kupang Bagun Dua Unit Jembatan di Jalan Nasional Sumba Timur

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Pelayanan Anak Kabupaten Ende, Yeremias Bore mengatakan hal itu kepada Pos Kupang.Com, Kamis (6/9/2018) ketika dikonfirmasi mengenai keberadaan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Ende.

Baca: Sertijab Gubernur NTT Dilakukan Tanggal 10 September

Yeremias mengatakan bahwa keberadaan ODGJ di Kabupaten Ende saat ini memang memprihatinkan karena mereka kerap berjalan-jalan di jalan umum serta makam maupun tidur di sembrangan tempat.

Karena itu. pihaknya berharap di masa mendatang keberadaan OGDJ bisa diperhatikan secara lebih baik lagi misalnya ada tempat penampungan maupun rehabilitasi di Kabupaten Ende sehingga bisa menangani keberadaan ODGJ.

Yeremias mengatakan bahwa selama ini keberadaan ODGJ di Kabupaten Ende belum tertangani secara maksimal karena ketiadaan tempat rehabilitasi sehingga untuk merehabilitasi OGDJ di Kabupaten Ende harus dikirim ke Jawa dan itupun jumlahnya sangat terbatas setiap tahun padahal keberadaan OGDJ di Kabupaten Ende cukup banyak.

Yeremias mengatakan bahwa tahun ini Kabupaten Ende mendapatkan jatah merehabilitasi 3 orang ODGJ ke Cerebon namun demikian belum dilakukan pengiriman karena terbentur pada biaya.

“Rencananya pada perubahan APBD Kabupaten Ende Tahun Anggaran 2018 ini baru kami akan ajukan untuk pengiriman 3 ODGJ untuk menjalani rehabilitasi,”kata Yeremias.

Menurut Yeremias, keberadaan panti rehablitasi yang ada di Cirebon itu menampung OGDJ dari semua wilayah Indonesia sehingga dengan demikian setiap daerah diberikan jatah yang terbatas sesuai dengan daya tamping yang ada di panti rehabiltasi.

Dia  mengatakan bahwa keberadaan panti rehabilitasi yang ada itu memang memberikan menfaat bagi ODGJ karena terbukti setelah beberapa kali dilakukan pengiriman ODGJ dari Kabupaten Ende rata-rata mereka kembali sembuh serta mendapatkan keterampilan untuk kembali hidup dan bersosialisasi bersama masyarakat.

Keberadaan ODGJ di Kabupaten Ende, kata dia, sebenarnya tidak semata-mata menjadi tanggungjawab Dinas Sosial Kabupaten Ende namun lintas sektor terutama Dinas Kesehatan karena Dinas Kesehatan yang akan menangani ODGJ dari sisi medis sedangkan Dinas Sosial pasca yang bersangkutan sembuh misalnya memberikan ketrampilan ataupun pelatihan kepada ODGJ agar yang bersangkutan bisa kembali bersosialiasi dengan masyarakat secara umum.

Untuk itu di masa mendatang pihaknya berharap agar di Kabupaten Ende atau minimal di Pulau Flores ada panti rehabilitasi milik pemerintah dan rumah sakit jiwa sehingga bisa menangani ODGJ yang ada di Kabupaten Ende tanpa harus dikirim ke Pulau Jawa yang tentunya akan memakan banyak biaya.

Pantuan Pos Kupang.Com di Kota Ende tampak orang-orang yang diduga mengalami gangguan jiwa berjalan-jalan di jalan serta tidur di emperan toko maupun pasar. (*)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help