Berita Kota Kupang

Ini Kata Wakil Rektor V Universitas Terbuka Pusat kepada Lulusan

kehadiran UT sangat diharapkan Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi untuk meningkatkan angka partisipasi kasar

Ini Kata Wakil Rektor V Universitas Terbuka Pusat kepada Lulusan
POS KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Wakil Rektor V Bidang Humas dan Kerjasama UT Pusat Drs. Muhammad Mujamir, M.Si 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KUPANG-Wakil Rektor V Bidang Humas dan Kerjasama Universitas Terbuka (UT) Pusat Drs. Muhammad Mujamir, M.Si menjelaskan, kehadiran UT sangat diharapkan oleh Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenrisetdikti) untuk meningkatkan angka partisipasi kasar perguruan tinggi.

"Jadi secara nasional APK perguruan tinggi kita kan berada pada angka 31,5 persen, kita diurutan keenam masih dibawah Thailand dan Malasyia apalagi Singapura. Jadi masih dibawah jauh sekali," ungkap Drs. Muhammad Mujamir, M.Si kepada Pos Kupang usai upacara penyerahan ijazah kepada para lulusa di Aula Politani Kupang, Kamis (6/9/2018).

Muhammad mengatakan, kehadiran UT merupakan salah satu solusi dalam melakukan akselesari peningkatan APK perguruan tinggi. Oleh karena itu Kemenristekdikti sangat mendorong perguruan tinggi tatap muka untuk mengadopsi pendidikan jarak jauh.

"Jujur kalau dulu pendidikan jarak jauh dianggap tidak mainstream sekarang justru menjadi mainstream apalagi dengan adanya smartphone, bahkan semua bahan ajar dapat diakses melalui smartphone," kata Muhammad.

Muhammad mengatakan, apalagi saat ini perguruan tinggi tatap muka dipengaruhi oleh aturan mengenai rasio antara mahasiswa dan dosen. Karena semakin banyak mahasiswa yang mendaftar maka semakin banyak dosen yang dibutuhkan.

"Juga akan berdampak pada semakin banyak gedung yang akan dibangun. Apalagi sekarang ada moratorium penerimaan tenaga dosen PNS. Sehingga salah satu solusinya adalah pendidikan jarak jauh," ungkapnya.

Muhammad mengharapkan, semoga setelah diwisudah, para lulusan dapat terjun ke masyarakat, membaur bersama masyarakat dan menerapkan ilmu yang didapat di UT.

"Apalagi yang berada di pelosok yang tak mungkin mereka kuliah di perguruan tinggi konvensional karena mereka haru meninggalkan pekerjaan, meninggalkan tempat mereka, sehingga kalau di UT kan tidak," kata Muhammad.

Muhammad mengatakan, kehadiran UT di Indonesia memang belum terlalu diketahui oleh masyarakat. Meskipun demukian, keberadaan UT sangat diperhatikan oleh pemerintah pusat melalui Kemenristekdikti utamanya mengenai akreditasi perguruan tinggi.

"Mungkin masyarakat belum tahun, tapi yang perlu diingat sebelum mendaftar kuliah adalah harus melihat akreditasi perguruan tinggi, sehingga jangan terkecoh dengan perguruan tinggi yang abal-abal. Kalau di UT akreditasinya B bahkan ada beberapa

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved