Berita Nagekeo

Ketua STKIP NBF Mbay Tidak Mau Berjudi Soal Buka Prodi Baru

Kami tidak mau berjudi dan menyimpan bom waktu dengan membuka Program Studi baru yang urusan ijinnya itu sangat rumit

Ketua STKIP NBF Mbay Tidak Mau Berjudi Soal Buka Prodi Baru
pos kupang.com, gordi donofan
Ketua STKIP Nusa Bunga Floresta Mbay, Prof. A. Mans Mandaru, M.Pd 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Ketua Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Nusa Bunga Floresta Mbay, Prof.Dr. Drs. A.Mans Mandaru, M.Pd, menyebutkan, pihaknya tidak terburu-buru membuka Program Studi (Prodi) baru.

Ia mengatakan pembukaan Prodi baru sangat rumit dan butuh waktu untuk mengurus ijin serta akreditasi.

Baca: Ini Penjelasan Kapolsek Cibal Terkait Tewas Yuventus Saat Potong Kayu Jati

"Kami tidak mau berjudi dan menyimpan bom waktu dengan membuka Program Studi baru yang urusan ijinnya itu sangat rumit. Dan kami tidak mau nanti menjadi persoalan besar," papar Prof. Mans Mandaru, kepada POS KUPANG.COM, di ruang kerjanya di Kampus STKIP NBF Mbay di Aeramo, Nagekeo, Jumat (31/8/2018).

Ia mengaku pihaknya akan mengurus Prodi baru ditahun depan. Saat ini sedang dipersiapkan. Usai wisuda perdana September 2018 ini akan dirintis oleh pihak kampus.

"Dan kita memang ada rencana sesudah ini (wisuda perdana) dan mungkin tahun depan kita sudah mulai merintis pembukaan Prodi-prodi baru. Hal yang paling berat itu, ada urus ijinnya. Dan kami belum mau menyebutkan prodi nama prodi karena kita kampus baru," papar Prof. Mans.

Prof Mans mengaku dirinya ingin agar lulusan dari STKIP NBF Mbay berkualitas dan siap dipakai dipasar kerja. Artinya lembaga betul-betul melahirkan lulusan yang memiliki daya saing didunia kerja.

"Saya hanya bermimpi bahwa STKIP Nusa Bunga Floresta nanti bisa menghasilkan guru dibidang-bidang yang tidak ada di Perguruan Tinggi lainnya di NTT. Sehingga orang akan datang kesini. Hanya masalah dengan pembukaan prodi baru adalah ketersediaan dosen, persyaratan pemerintah, minimal 6 orang dosen S2 dibidang itu. Itu yang berat. Jadi kita buka katakan tiga prodi maka kita menyiapkan 16 dosen S2 dengan bidang masing-masing," papar Prof. Mans.

Ia mengaku pihaknya sudah mengirimkan dosen untuk melanjutkan sekolah ke Strata dua.

"Kalau yang sudah lanjut itu kita sudah kirim untuk tugas belajar. Ada 14 orang dosen tugas belajar dan 10 orang sudah pulang dan selesai S2," ujarnya.

Ia mengaku kedepan pihaknya akan memberikan kesempatan kepada calon dosen untuk melamar di STKIP NBF. Sehingga menambah dosen.

"Pembukaan dan rekruitmen dosen itu mungkin kita tahun depan kita sudah mulai dan dalam akhir tahun ini sudah bisa lowongan untuk dosen dengan bidang yang kita inginkan," papar Prof. Mans. (*)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved