Berita Kota Kupang

Mikhael Minta Perpustakaan Terus Membenah Diri

Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi NTT, Mikhael Fernandez, meminta supaya perpustakaan sebagai sebuah institusi pengelola koleksi karya tulis

Mikhael Minta Perpustakaan Terus Membenah Diri
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi NTT, Mikhael Fernandez saat menyematkan selendang kepada Duta Baca NTT Tahun 2018, Yona Jessica Leona Detaq di Aula Kantor Perpustakaan Provinsi NTT, Kamis (30/8/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi NTT, Mikhael Fernandez, meminta supaya perpustakaan sebagai sebuah institusi pengelolah koleksi karya tulis atau cetak atau karya profesional dengan sistem yang bagus untuk memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian informasi, dan rekreasi.

"Dalam pelayanan, perpustakaan berfungsi sebagai serana pendidikan, penelitian, pelestarian informasi, dan rekreasi. Sehingga membaca adalah bagian dari rekreasi," kata Mikhael dalam acara Permasyarakatan Perpustakaan dan Minat Baca serta Lounching Duta Baca NTT Tahun 2018 di Aula Kantor Perpustakaan Provinsi NTT, Kamis (30/8/2018) pagi.

Baca: Ini Tujuan Warga Takirin Bertemu Kejari Belu

Oleh karena itu, kata Mikhael, dirinya minta supaya baik perpustakaan di tingkat provinsi, kabupaten, maupun di tingkat desa, agar terus menerus dan konsisten membenah diri secara inovatif, kreatif, dan mengikuti serta menyesuailan diri sesuai dengan perkembangan lingkungan.

"Perpustakaan bukan hanya melayani secara konvensional atau hanya dijadikan tempat untuk orang meminjam buku saja, tapi juga dapat dijadikan sebagai tempat orang untuk melakukan rekreasi, penelitian dan lain sebagainya," kata Mikhael.

Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi NTT, Frederik Tielman mengatakan, membaca adalah cara mengenal dunia karena buku adalah jendela dunia. Menurutnya, membaca harus terus menerus diperkenalkan sejak dini.

"Perlu kita kembangkan karena didaerah kita budaya baca belum benar-benar dilaksanakan karena terpengaruh dengan budaya tutur," ungkapnya.

Oleh karena itu, ungkap Frederik, untuk melakukan pengembangan kegemaran membaca, pihaknya melaksanakan berbagai kegiagan perlombaaan perpustakaan antar SMA dan SMK se Provinsi NTT.

"Kami juga melaksanakan perlombaan perpustakaan antar desa dan kelurahan, kemudian pemilihan pustakawan terbaik, dan pemilihan duta baca tahun 2018," jelas Frederik.

Frederik menjelaskan, terkait dengan dinamika pelayanan pengunjung di perpustakaan Provinsi NTT hingga aaat ini sebanyak 55.282 pengunjung dengan rincian sebanyak 18.250 adalah laki-laki dan sebanyak 30.030 adalah perempuan.

"Jadi pengunjung kita paling banyak perempuan. Laki-laki hanya sedikit saja. Kemudian kalau rata-rata setiap bulan pengunjung sekitar rata 3.000 sampai 5.000 pengunjung," ungkapnya. (*)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved