Berita Kabupaten Belu

Ini Tujuan Warga Takirin Bertemu Kejari Belu

Warga Desa Takirin, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Provinsi NTT, kembali mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Belu, Kamis (30/8/2018).

Ini Tujuan Warga Takirin Bertemu Kejari Belu
POS KUPANG/TENY JENAHAS
Warga Desa Takirin saat berada di Ruang Wakil Ketua II, DPRD Belu, Yeremias M Seran, Senin (20/8/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas

POS-KUPANG.COM | ATAMBUA - Warga Desa Takirin, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Provinsi NTT, kembali mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Belu, Kamis (30/8/2018). Warga yang datang sebanyak enam orang.

Kedatangan mereka bertujuan untuk menanyakan kepada Kajari Belu terkait perkembangan penanganan kasus dugaan korupsi dana desa Takirin yang mereka sudah laporkan sebelumnya.

Engelbertis Foa kepada POS-KUPANG.COM, Kamis (30/8/2018) mengatakan, mereka diterima Kajari Belu, Rivo CH Medellu, S.H di ruang kerjanya.

Baca: Harga KPR Subsidi Tahun 2019 Diperkirakan Naik

Dari penjelasan Kajari, lanjut Engelbertis, jaksa mengaku sudah mendapat laporan dari warga Takirin namun sampai dengan saat ini belum ditindaklanjuti karena keterbatasan tenaga jaksa pidana khusus. Pasalnya baru-baru ini, dua jaksa sudah dipindahkan.

Meski demikian, Kajari berjanji laporan dari masyarakat Desa Takirin akan ditindaklanjuti. Pekan depan, Kajari Belu akan menugaskan stafnya untuk turun ke lapangan.

Engelbertis mengharapkan kepada Kejari Belu untuk mengusut tuntas kasus dugaan penyelewengan dana desa di Takirin.

Dari data yang disampaikan masyarakat kepada Kejari Belu tercatat besar dugaan kerugian keuangan negara mencapai Rp 1,3 miliar.

Jumlah ini merupakan akumulasi penyelewengan dana desa dari tahun 2015 sampai 2018. (*)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help