Berita Nasional

Pendukungnya Belum Solid Dukung Jokowi-Ma'ruf, PPP Beberkan 3 Penyebabnya

Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arsul Sani mengungkapkan pihaknya akan menggerakkan seluruh elemen partai

Pendukungnya Belum Solid Dukung Jokowi-Ma'ruf, PPP Beberkan 3 Penyebabnya
KOMPAS.com/Devina Halim
Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arsul Sani, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/7/2018). 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arsul Sani mengungkapkan pihaknya akan menggerakkan seluruh elemen partai demi memaksimalkan dukungan pemilih PPP terhadap pasangan presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Hal itu menyikapi hasil survei Alvara Research Center yang mengungkapkan pemilih PPP hanya 52,1 persen yang menganggap Jokowi-Ma'ruf sesuai aspirasi mereka.

Itu artinya, total pemilih PPP yang bersikap sebaliknya mencapai 47,9 persen. "Ya, kami semua jajaran partai turun lebih intensif ke akar rumput, terutama dengan memaksimalkan peran para anggota DPR RI, DPRD provinsi, kabupaten, kota," kata Arsul kepada Kompas.com, Senin (27/8/2018).

Baca: Luar Biasa! Dinas PUPR NTT Raih 4 Juara Pameran Pembangunan HUT ke-73 RI Tingkat Provinsi

Menurut dia, ada tiga hal yang menjadi perhatian PPP dalam temuan survei Alvara. Pertama, para pemilih PPP dinilainya berharap Jokowi memilih Ketum PPP M Romahurmuziy atau tokoh PPP lainnya untuk mendampingi Jokowi.

"Kedua, banyak pemilih PPP yang masih mengasosiasikan Kiai Ma'ruf sebagai orang PKB, bukan hanya semata pimpinan tertinggi NU," kata dia.

Ketiga, PPP merupakan partai yang mengubah posisi politiknya dari mendukung Prabowo di Pilpres 2014 menjadi pendukung Jokowi di Pilpres 2019.

Arsul mengungkapkan, sebagian pemilih PPP masih ada yang tetap menjalin kebersamaan dengan elemen-elemen pendukung Prabowo.

"Tetapi dibanding dengan persepsi tentang Jokowi menjelang Pilpres 2014 di mana hanya pada kisaran 31 persen akar rumput PPP yang mendukung Jokowi, maka hasil diatas yang lebih 50 persen itu suatu kenaikan yang signifikan," papar Arsul.

Ia melihat kenaikan tersebut akibat penguatan seluruh jajaran partai untuk berinteraksi dengan masyarakat akar rumput.

"Sebenarnya kalau dari survei internal kami sudab mendekati angka 60 persen," ujarnya.

Sebelumnya Founder dan CEO Alvara Research Center, Hasanuddin Ali mengatakan, besarnya persentase tersebut disebabkan belum hilangnya kekecewaan pemilih kedua partai akibat Jokowi memilih Ma'ruf Amin sebagai cawapres. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help