Berita Kabupaten Ende

Anak Di Ende Perlu Dilindungi Dari Dampak Negatif Globalisasi

Anak perlu mendapat perlindungan dari dampak negatif perkembangan pembangunan yang cepat, arus globalisasi di bidang komunikasi

Anak Di Ende Perlu Dilindungi Dari Dampak Negatif Globalisasi
pos kupang.com, romualdus pius
DEKLARASI/Acara Deklarasi Forum Anak Di Kabupaten Ende 

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM,ENDE--- Anak perlu mendapat perlindungan dari dampak negatif perkembangan pembangunan yang cepat, arus globalisasi di bidang komunikasi dan informasi, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta perubahan gaya dan cara hidup sebagian orang dewasa yang telah membawa perubahan sosial mendasar dalam kehidupan masyarakat yang sangat berpengaruh terhadap nilai dan perilaku anak.

Baca: Program Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan Berlangsung 3,5 Tahun

Hal tersebut dikatakan Bupati Ende, Ir Marsel Petu dalam sambutannya pada acara deklarasi forum anak, Selasa (28/8/2018) di Wisma Emaus, Ende.

Oleh karena itu, dalam upaya menyiapkan anak yang berkualitas sebagai penerus, pewaris bangsa dan daerah ini, maka harus diiringi dengan pembangunan untuk mensejahterahkan kehidupan anak sedini mungkin.

Anak perlu diberikan bekal keimanan yang kuat, menanamkan nilai- nilai kepribadian yang luhur, meningkatkan kecerdasan anak serta membekali anak dengan ketrampilan sesuai dengan bakat dan minatnya.

Banyak kebijakan, program dan kegiatan yang telah dibuat dan dilaksanakan di seluruh tingkatan wilayah, namun pemenuhn hak dan perlindungan anak belum dapat dilakukan secara optimal.

“Kerapkali kita mendengar adanya informasi kelam, seperti kekerasan anak, pemerkosaan, pencabulan, pembunuhan anak, perdagangan anak yang telah merusak hak—hak dan masa depannya.

Disamping itu, kita juga sering mendengar adanya hak-hak anak yang diabaikan dalam proses peradilan pidana. Sering kita jumpai masih banyaknya anak yang tidak memiliki kutipan akta kelahiran, serta informasi yang ada belum ramah anak. Inilah lukisan-lukisan buram kehidupann anak bangsa yang tentunya sangat menggugah nurani kemanusiaan dan menggugat atensi kita semua,”ujarnya.

Mencermati kondisi tidak bisa lagi tinggal diam, tetapi dalam kebersamaan, berupaya semaksimal mungkin sesuai peran yang diemban untuk menghilangkan kejahatan dan kekerasan kepada anak. (*)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help