Berita Kabupaten Lembata

Caleg Agus Nuban Dinilai Tak Layak dari PPP

Agus Nuban, calon anggota legislatif (caleg) dari PPP Kabupaten Lembata, diprotes oleh sejumlah kader dan simpatisan partai tersebut.

Caleg Agus Nuban Dinilai Tak Layak dari PPP
POS-KUPANG.COM/Frans Krowin
Divisi Teknis KPUD Lembata, Bernabas ND Marak 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Agus Nuban, calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Lembata, diprotes oleh sejumlah kader dan simpatisan partai tersebut.

Caleg itu dinilai bermasalah karena tiba-tiba saja diangkat menjadi caleg PPP. Caleg itu dianggap tak layak maju dari partai tersebut karena selama ini yang bersangkutan tak pernah berkontribusi untuk partai, tak pernah pula bekerja untuk membesarkan partai tersebut.

Protes masyarakat itu dialamatkan kepada Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Lembata beberapa pekan lalu.

Baca: Erni dan Jovan Senang Bisa Ikut Pramuka

Ketika dikonfirmasi POS-KUPANG.COM, Komisioner yang membidangi Divisi Teknis KPUD Lembata, Bernabas ND Marak, membenarkan adanya protes tersebut.

"Masyarakat yang selama ini menjadi kader dan simpatisan PPP, memang memrotes keberadaan Agus Nuban sebagai caleg partai tersebut. Tapi kami sudah mengembalikan masalah itu kepada pengurus PPP, karena masalah itu merupakan wewenang partai untuk menyelesaikannya " ujar Bernabas, Minggu (26/8/2018).

Dikatakannya, nama Agus Nuban memang tertera dalam daftar caleg sementara (DCS) dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Nubatukan. Nama caleg tersebut berada pada urutan terakhir dari susunan caleg yang diajukan PPP. Bila disebutkan maka nama Agus Nuban pada urutan tujuh dari tujuh caleg partai tersebut.

Lantaran protes terhadap eksistensi caleg itu berada pada ranah partai, lanjut Bernabas, maka KPUD telah menyerahkan masalah tersebut kepada pengurus partai untuk diselesaikan. "Apa pun keputusan partai atas masalah tersebut dihormati KPUD Lembata," tandas Bernabas.

Ia menyebutkan, saat ini merupakan moment bagi masyarakat untuk melayangkan protes atau masukan kepada KPUD tentang nama-nama calon anggota legislatif sementara yang telah diumumkan. Protes tersebut dialamatkan ke KPUD.

Jika protes itu terkait dengan syarat pencalonan; maka hal tersebut berada dalam runah KPUD, sehingga lembaga itu akan menindaklanjutinya. Akan tetapi jika yang "digugat" itu terkait dengan kewenangan partai politik, maka gugatan itu dikembalikan ke partai bersangkutan untuk diselesaikan.

"Hal ini sama dengan kasus Agus Nuban yang diprotes oleh kader dan simpatisan PPP. Protes itu sudah dilanjutkan kepada pengurus PPP Kabupaten Lembata," ujar Bernabas.l (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help