Berita Manggarai

Kawasan Hutan Nteer Dibabat Penebang Liar, Ini Perintah Bupati Manggarai

Kawasan hutan lindung di Nteer, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai mulai dibabat penebang liar.

Kawasan Hutan Nteer Dibabat Penebang Liar, Ini Perintah Bupati Manggarai
ISTIMEWA
Kawasan Hutan Nteer di Kecamatan Satar Mese Utara yang dibabat penebang liar. Aparat Polres Manggarai dan Kecamatan Satar Mese Utara sedang berada di lokasi pembabatan hutan. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG.COM | RUTENG - Kawasan hutan lindung di Nteer, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai mulai dibabat penebang liar. Para penebang liar memotong pohon lalu dibuat balok dan papan untuk dijual.

Bupati Manggarai, Dr. Deno Kamelus, S.H, M.H telah memerintahkan Camat Satar Mese Utara guna melakukan penertiban bersama aparat kepolisian.

Bukan saja itu, Bupati Kamelus meminta Camat Satar Mese Utara segera berkoordinasi dengan UPT Dinas Kehutanan Manggarai agar ada proses hokum bagi para penebang.

Baca: Ikutobo Kalahkan Kabupaten Alor

Yang mana menurut Bupati Kamelus, kayu yang sudah ditebang harus diamankan sebagai barang bukti agar kepolisian melakukan tindakan hukum.

"Saya sudah dapat laporan dari Camat Satar Mese Utara kalau Hutan Nteer dibabat penebang liar. Saya minta Camat Satar Mese Utara amankan kayu yang sudah ditebang lalu berkoordinasi dengan kepolisian. Ini memang bukan kewenangan kabupaten tapi karena berada di Manggarai saya hanya mengambil langkah antisipasi. Untuk proses ke depan UPT Dinas Kehutanan Manggarai yang punya kewenangan," ujar Bupati Kamelus di Ruteng saat dihubungi POS-KUPANG.COM di Ruteng, Sabtu (25/8/2018) siang.

Bupati Kamelus mengatakan, sesuai laporan pada Kamis (23/8/2018) pagi ada mobil pik up yang tertindih pohon di ruas jalan Ruteng-Labuan Bajo tepatnya di Desa Mata Wae, Kecamatan Satar Mese Utara, Kabupaten Manggarai.

"Mobil pikap itu tertindih pohon yang sedang ditebang penebang liar. Mobil pikap hancur dan di dalam mobil ada seorang siswa SD yang mengalami luka termasuk sopir pik upnya. Korban sempat dibawa ke Puskesmas Lembor. Saya sudah minta camat agar para korban dibawa ke RSUD Ruteng guna mendapat perawatan. Saya sebagai Bupati Manggarai mengambil langkah antisipasi. Soal pembabatan hutan kami akan serahkan kepada UPT Dinas Kehutanan Manggarai agar berkoordinasi dengan kepolisian. Saya sudah menghubungi Kapolres Manggarai dan sudah ada anggota polisi yang bersama camat mengamankan barang bukti kayu yang dipotong," ujar Bupati Kamelus.

Bupati Kamelus pun menyayangkan adanya pembabatan kawasan hutan lindung. Pasalnya, kawasan hutan itu merupakan sumber air bagi warga di Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat yang memilikki persawahan.

"Saya sebagai bupati prihatin. Pohon di kawasann hutan itu ditanam semasa Gubernur NTT, dr.Ben Mboi. Gubernur Ben Mboi kalau ke Ruteng semasa hidup jika melintas di Nteer selalu menangis karena sedih pohon-pohon di Nteer dibabat. Sedih tapi kami akan ambil langkah dan berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan NTT," papar Bupati Kamelus. (*)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved