Berita Larantuka

Ini Langkah yang Diambil Pemkab Flotim Menjaga Kestabilan Harga Mente

Permintaan Fraksi PDIP Flotim agar pemerintah memperhatikan kestabilan harga Jambu Mente di Flores Timur direspon Bupati Flotim

Ini Langkah yang Diambil Pemkab Flotim Menjaga Kestabilan Harga Mente
POS-KUPANG.COM/FELIKS JANGGU
Bupati Flotim Antonius Hubertus Gege Hadjon menanggapi pertanyaan fraksi-fraksi di DPRD Flotim pada sidang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Flotim 2017 Kamis (23/8/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Feliks Janggu

POS-KUPANG.COM | LARANTUKA - Permintaan Fraksi PDIP Flotim agar pemerintah memperhatikan kestabilan harga Jambu Mente di Flores Timur direspon Bupati Flotim Antonius Hubertus Gege Hadjon pada sidang di DPRD Flotim, Kamis (23/8/2018).

Bupati Anton Hadjon mengatakan keseimbangan harga komoditi mente sangat ditentukan oleh penawaran dan permintaan yang terjadi di pasar dan tidak dapat dintervensi secara langsung oleh pemerintah.

Meski demikian, tambahnya pemerintah tetap melakukan beberapa upaya di antaranya pertama mendorong peningkatan kualitas produksi dan produktivitas tanaman mente masyarakat melalui kegiatan penjarangan mente.

Baca: Deklarasi Jokowi-Maruf, Relawan Kembangkan Sayap ke 22 kabupaten dan kota

Kedua, penguatan kelompok pemasaran bersama yang ada di desa atau melalui Badan Usaha Milik Desa dengan tujuan memperkuat posisi tawar petani mente.

Mengupayakan kerjasama yang saling menguntungkan antara investor yang bergerak di bidang pertanian khususnya komoditi mente dengan kelompok tani atau BUMDES dengan tujuan memperpendek rantai pemasaran dan memperbaiki harga pemasaran mente.

Pemerintah juga telah menyepakati kerjasama dengan investor untuk membina kelompok tani mente dalam menciptakan nilai tambah terhadap komoditi mente yang dijual dari Flores Timur.

Agar mente Flotim tidak hanya dijual dalam bentuk bahan baku tetapi juga dalam bentuk bahan hasil olahan yang siap dikonsumsi dengan harga jual yang lebih menguntungkan bagi petani mente.

Tambah Bupati Anton saat ini BUMDes yang sudah aktif di desa sebanyak 40 BUMDes. Dan pemerintah terus mendorong pemerintah desa memperkuat BUMDes.

Demikian juga halnya dengan Fanili, investor tengah jajaki pembangunan gudang pengolahan fanili sehingga penjualan keluar dalam bentuk hasil olahan.

"Kita berharap ini akan berjalan dan 2019 akan segera terwujud," kata Bupati Anton. (*)

Penulis: Felix Janggu
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help