Berita Kota Kupang

Sengketa DCS: Kaunang Kami Condong ke Mediasi

DPW Partai Berkarya NTT telah mengajukan permohonan sengketa Daftar Calon Sementara (DCS) DPRD NTT ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) NTT.

Sengketa DCS: Kaunang Kami Condong ke Mediasi
POS KUPANG/OBY LEWANMERU
Ketua DPW Partai Berkarya NTT, Antonius Kauanang

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM|KUPANG -- DPW Partai Berkarya NTT telah mengajukan permohonan sengketa Daftar Calon Sementara (DCS) DPRD NTT ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) NTT.

Partai Berkarya juga mengharapkan kasus itu bisa terselesaikan dalam tahap mediasi.

Informasi yang diperoleh POS-KUPANG.COM, Senin (20/8/2018), menyebutkan, Bawaslu NTT sudah menetapkan jadwal persidangan terhadap kasus sengketa DCS yang diajukan oleh sejumlah partai politik (parpol).

Parpol pertama yang permohonannya telah diregister untuk menjalani persidangan adalah Partai Berkarya NTT.
‎Ketua DPW Partai Berkarya NTT, Antonius Kaunang mengatakan, pihaknya memang lebih condong ke mediasi, namun semua itu akan dilihat pada saat persidangan di Bawaslu NTT.

Menurut Kauanang, permohonan sengketa yang diajukan menyusul bakal calon legislatif (bacaleg) dari Partai Berkarya NTT pada Daerah Pemilihan (Dapil) NTT 3 yang tidak diakomodir dengan alasan tidak memenuhi syarat (TMS).

Dikatakan, DPW Partai Berkarya NTT saat ini sedang berupaya agar semua bacaleg di delapan dapil di NTT dapat mengikuti pileg 2019.

"Kami sedang berupaya untuk tempuh ruang mediasi dengan KPU NTT yang akan dimediasi oleh Bawaslu NTT. Dalam kasus ini memang kami lebih condong melalui mediasi," katanya.

Dia mengakui, dirinya telah berkomitmen agar mengatur dan menjalankan tugas serta kepercayaan dari partai.(*)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved