Berita NTT

Jemaah Haji NTT Sudah Berada di Arafah

268 Jemaah haji asal NTT telah berada di Padang Arafah dan pukul 18.00 sudah berada di Mina selanjutnya melempar Jumrah di Mina.

Jemaah Haji NTT Sudah Berada di Arafah
pos kupang.com, adiana ahmad
Kabid Haji dan Bimas Islam Kanwil Kemenag NTT, Haji Husen Anwar. 

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Adiana Ahmad

POS-KUPANG.COM, KUPANG—Sebanyak 268 Jemaah haji asal NTT telah berada di Padang Arafah dan sekitar pukul 18.00  sudah berada di Mina selanjutnya melakukan lempar Jumrah di Mina.

Hal itu dikatakan Kepala Bidang Haji dan Bimas Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT, Haji Husen Anwar ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (20/8/2018).

Baca: Dua Jemaah Haji Asal NTT Meninggal Dunia Di Mekah

Anwar mengatakan,  sebelum ke Mina, Jemaah haji NTT akan singgah di Musdalifah untuk mengambil batu yang akan dilontarkan di Mina. Jika jemaah haji NTT mengambil nafar awal, kata Anwar,  mereka akan berada di mina selama dua hari. Namun jika para jemaah haji asal NTT mengambil nafar sani maka mereka berada di Mina selama tiga hari. 

Baca: Juara Suratin Cup 2018! Perseftim Wakili NTT di Turnamen Regional NTB, Bali dan Jawa

“Jadi pelaksanaan rukun haji tinggal tiga hari. Setelah itu, para jemaah kembali ke Mekah. Bagi jemaah haji yang mengambil nafar awal berarti bisa mengikuti sholat Idul Adha di Mekah. Namun yang mengambil nafar sani, tidak bisa ikut sholat id, karena masih berada di Mina,” jelas Anwar.

Para jemah haji NTT, katanya, akan tiba kembali di tanah air yakni di  Sukalilo-Surabaya pada tanggal 19 September 2018. Anwar mengungkapkan, secara keseluruhan total jemaah haji asal NTT 270 orang termasuk petugas haji dari setiap daerah lima orang dan jemaah haji mutasi 29 orang.

Berapa calon jemaah haji yang masuk dalam antrian, Anwar mengatakan, masih cukup banyak. “Aduh cukup banyak. Hari-hari kami terima telepon,” katanya. Soal ada orang luar yang melalui NTT, kata Anwar,  tergantung penertiban di Dinas Catatan sipil. “Mereka itu mutasi. Sulit deteksi karena masuk ke NTT dengan alasan dagang dan lain-lain. Bukan mengatakan kalau mau naik haji. Setelah sudah naik haji, mereka ajukan mutasi kembali ke daerah asal,” demikian Anwar. (*)

Penulis: Adiana Ahmad
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved