Berita Regional

9 Kapal Ikan Asing Ini Dimusnahkan di Pulau Abang Kecil

Sebanyak 9 Kapal Ikan Asing (KIA) yang tertangkap mencuri ikan di perairan Indonesia, khususnya di perairan Kepulauan Riau (Kepri) dimusnahkan.

9 Kapal Ikan Asing Ini Dimusnahkan di Pulau Abang Kecil
KOMPAS.COM/ HADI MAULANA
Sejumlah kapal dari sembilan Kapal Ikan Asing (KIA) yang dimusnahkan di Pulau Abang Kecil, Kepri, Riau, pada Senin (20/8/2018) 

POS-KUPANG.COM | BATAM - Sebanyak sembilan Kapal Ikan Asing (KIA) yang tertangkap mencuri ikan di perairan Indonesia, khususnya di perairan Kepulauan Riau (Kepri), Senin (20/8/2018) siang tadi dimusnahkan.

Pemusnahan yang dipimpin langsung oleh Irjen Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKPRI) dilakukan di Pulau Abang Kecil, Batam, Kepri dengan cara di diledakan.

Direktur Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Kepri, Kombes Benyamin Sapta kepada Kompas.com mengatakan pemusnahan atau penanggelaman ini dilakukan karena perkara kesembilan KIA ini sudah vonis, maka dari itu barang bukti kapal ini langsung dimusnahkan.

Baca: Try Sutrisno Dikukuhkan Jadi Anggota Kehormatan Brimob Polri, Begini Tanggapannya

"Dari sembilan KIA ini terdiri dari empat unit tangkapan Ditpolairud Polda Kepri dan lima unit tangkapan dari DKP," kata Benyamin.

Kesembilan kapal tersebut masing-masing tiga unit berbendera Vietnam, lima unit berbendera Malaysia dan satu unit lagi berbendera Thailand.

Kapal-kapal tersebut diantaranya KM.Khosin Fra Than Chai berbendera Thailand, KM Knf 7729 ts berbendera Malaysia dan KM Paf 4646 berbendera Malaysia. Kemudian KM bd 95599 ts berbendera Malaysia, KM bd 96623 ts berbendera Malaysia, KM trf 1156 berbendera Malaysia, KM bv 5561 berbendera Vietnam, KM knf 7730 Berbendera Vietnam dan KM bv 5560 berbendera Vietnam.

Kejati Kepri, Asri Agung Putra yang mewakili Direktur Yustisia Satgas 115 mengatakan terkait dengan perkara illegal fising ini sudah mencapai tahapan akhir dan sudah siap untuk di eksekusi.

Asri mengaku setidaknya dengan pemusnahan ini, merupakan bentuk upaya menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari negara lain yang berupaya mencuri kekayaan ikan negara Indonesia. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help