Berita Regional
Manajer Hotel FO Semarang Bunuh Dan Bakar 2 Perempuan Untuk Tujuan Ini, Sadis
Manajer Hotel FO Semarang membunuh dan membakar 2 perempuan Untuk tujuan ini, sadis.
POS-KUPANG.COM - FDA (21), Manajer Hotel FO Semarang membunuh dan membakar 2 perempuan Untuk tujuan ini, sadis.
Dilansir dari Kompas.com, saat gelar perkara di Mapolresta Blora Rabu (8/8/2018), pelaku KAW mengaku berkenalan dengan korban lewat Instagram, kemudian meminta nomor WhatsApp.
Keduanya intens berhubungan lalu pelaku dan korban membuat janji untuk berhubungan seks di satu hotel di Semarang.
Seusai keduanya berhubungan badan sebanyak dua kali, pelaku langsung mencekik dan membekap mulut korban hingga tak bisa berkutik.
Baca: Ramalan Zodiak Hari Ini, Kamis 9 Agustus 2018, Aquarius Terhibur, Taurus Ceroboh, Zodiak Lain?
Baca: Berani Sekali, Koki Ini Protes Soal Kondisi Makam Putri Diana, Ini Reaksi Dari Kerajaan Inggris
Kemudian agar tak ketahuan, pelaku membungkus korban dengan sprei dan memasukkan korban ke bagasi mobil Honda Jazz.
Pelaku membawa korban ke hutan Blora untuk melancarkan aksinya membakar korban.
Pada polisi, pelaku mengaku membunuh korban lantaran ingin menguasai hartanya.

Pelaku merampas perhiasan milik korban lalu menggadaikannya sebesar Rp 4 juta.
KAW mengaku uang tersebut untuk membayar hutang.
Baca: Ditolong Paska Kecelakaan, Putri Diana Mengatakan Hal Ini Sebelum Meninggal, Foto-Foto
Baca: Kamu Pernah Selingkuh, 5 Hal Yang Bakal Terjadi Pada Hubunganmu Dengan Pasangan
Meski demikian, polisi akan terus berupaya mendalami kasus ini mengingat pelaku bergaji cukup besar yakni Rp 6 juta perbulan.
Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Heri Dwi Utomo mengungkapkan, dari perilaku yang di luar nalar tersebut, polisi akan mendalami kondisi psikis pelaku.
* Pelaku Pernah Melakukan Aksi Yang Sama
FDA tidak hanya sekali melakukan pembakaran terhadap seorang perempuan cantik.
Sebelumnya ia juga pernah membakar wanita dengan ciri berambut merah di petak 62-C, KPH Blora, masuk wilayah desa Tinapan, Kecamatan Todanan, Blora, Jateng.

Kasus tersebut terjadi pada 7 Agustus 2011 lalu, namun kasus tersebut tak terungkap.