Berita Regional

Aksi Solidaritas untuk Korban Pemerkosaan yang Dibui di Jambi

Kelompok Jaringan Muda Setara menggelar aksi solidaritas terhadap korban pemerkosaan gadis berinisial WA (15) di Jambi.

Aksi Solidaritas untuk Korban Pemerkosaan yang Dibui di Jambi
KOMPAS.com/RIMA WAHYUNINGRUM
Kelompok Jaringan Muda Setara menggelar aksi solidaritas terhadap korban perkosaan gadis berinisial WA (15) di Jambi. Mereka membuka dukungan petisi tanda tangan di bundaran Hotel Indonesia pada Minggu (5/8/2018). 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Kelompok Jaringan Muda Setara menggelar aksi solidaritas terhadap korban pemerkosaan gadis berinisial WA (15) di Jambi.

Mereka membuat aksinya dengan mengajak pengunjung car free day di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, untuk menandatangani petisi pada Minggu (5/8/2018).

"Kalau petisi online sudah sebelumnya, kita membuat petisi offline dengan mengajak orang- orang untuk menandatangani ini sebagai bentuk dukungan terhadap WA," kata Koordinator Jaringan Muda Setara, Lathiefah Widuri Retyaningtyas, kepada Kompas.com, Minggu.

Baca: Pencuri Kabel Panel di Maze Market Tangerang Terciduk Gara-gara Kepulan Asap

Kasus pemerkosaan WA yang dilakukan oleh AR (17), kakaknya, telah bergulir di Pengadilan Batanghari, Jambi, sejak Juli 2018.

Tak hanya diperkosa, WA juga mengaborsi kandungan dari hasil persetubuhan dengan kakaknya.

Akibatnya, WA divonis 6 bulan penjara di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak Sungai Buluh, Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, Jambi.

Ia ditahan karena melakukan aborsi dengan jeratan Pasal 77 A ayat 1 juncto Pasal 45A UU Nomor 35 Tahun 2014, tentang perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUH-Pidana.

Tyas mengatakan, saat ini WA sudah tinggal di rumah aman. Sementara kasus hukumnya sudah ditangguhkan dan kuasa hukum sedang meminta banding dan menunggu putusan pengadilan.

"Sekarang sudah di rumah aman berkat dukungan solidaritas dan aksi-aksi. Tapi dia belum bebas, kita menunggu tuduhan bersalah dicabut," katanya.

Aksi solidaritas yang digelar pagi ini mendapat dukungan warga Jakarta. Yani, warga Cibubur, yang sedang berolahraga ikut menandatangani petisi dengan harapan pendidikan terhadap seksualitas di keluarga dilakukan sejak dini.

"Karena saya dari bidang pendidikan. Saya rasa harusnya pendidikan sejak dini dilakukan dari rumah dan dari orangtua sendiri," kata Yani.

Menurutnya, orangtua saat ini bisa memanfaatkan ponsel pintar dan internet untuk mencari informasi pendidikan seksualitas untuk anak.

"Lewat gadget juga, orangtua bisa mengajarkan ke anak-anak. Informasi sekarang luas, tinggal bagaimana cara orangtua mengajarkannya secara langsung, biar anaknya ngerti," katanya. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help