Berita Larantuka

Sidak di SPBU Waiwerang, Agus Boli Temukan Kecurangan Manajemen

Wakil Bupati Flotim Agustinus Payong Boli Rabu (31/7/2018) melalukan inspeksi mendadak atau sidak di SPBU Waiwerang Adonara.

Sidak di SPBU Waiwerang, Agus Boli Temukan Kecurangan Manajemen
ISTIMEWA
Agus Boli saat melalukan sidak di SPBU Waiwerang Adonara, Selasa (31/7/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Feliks Janggu

POS-KUPANG.COM | LARANTUKA- Wakil Bupati Flotim Agustinus Payong Boli Rabu (31/7/2018) melalukan inspeksi mendadak atau sidak di SPBU Waiwerang Adonara.

Sidak dilakukan Agus Boli karena adanya pengaduan masyarakat soal mafia BBM di SPBU Waiwerang di mana setiap BBM yang dibeli masyarakat selalu kurang satu sampai dua liter dari total pembayaran.

"Misalkan bayar uang Rp.30 ribu untuk dapat empat (4) liter ternyata yang diisi SPBU ke tangki kendaraan hanya tiga (3) liter saja. Ini sangat merugikan masyarakat," kata Agus Boli kepada POS-KUPANG.COM Rabu (1/8/2018).

Baca: Bawa Sabu 10 Kg dari Malaysia, Pasutri Ini Mengaku Diupah Rp 200 Juta

Agus Boli mengatakan masyarakat mengadukan praktek ini sudah lama terjadi. Tapi masyarakat tak berdaya untuk memprotesnya.

"Daripada kita menduga-duga saya dengan pak camat Adonara Timur langsung menemui manager SPBU dan saya periksa semua totalitas kuota harian dari Pertamina dan standar pelayanan," kata Agus Boli.

Ternyata benar, kata Agus Boli bahwa manajemen melakukan kecurangan itu karena terjadi loss yakni pemuaian BBM dari jumlah yang dibeli manajemen di Pertamina Maumere.

Namun praktek itu, kata Agus Boli sangat tidak dibenarkan dan merupakan tindak pidan. Karena itu Agus Boli meminta manajemen hentikan praktek itu.

Kedua Agus Boli juga menemukan ternyata manajemen mengatur waktu pelayanan BBM sesuai waktu kantor. Padahal SPBU karena melayani kepentingan masyarakat, wajib memberikan layanan maksimal.

Agus Boli meminta manajemen SPBU berikan layanan penuh sehari kepada masyarakat dengan gunakan sistem shift.

Kedua Agus Bolu menegaskan dilarang jual BBM bersubsisi kepada pengusaha. BBM subsidi hanya untuk masyarakat konsumen langsung.

"Jadi masalah loss pemuaian itu resiko perusahan dan tidak bisa dibebankan pada konsumen," kata Agus Boli.

Agus Boli mengingatkan keuntungan SPBU sudah diperhitungkan oleh negara melalui pertamina. Karena itu ketika pemerintah beri kemudahan berusaha, jangan peras masyarakat lagi.

"Tugas kalian dalah layani masyarakat kami dengan baik dan jujur. Negara sudah perhitungkan keutungan kalian," kata Agus Boli.

Harap Agus Boli komitmen manajemen SPBU untuk berubah terus dikontrol masyarakat agar harga BBM di tingkat pengecer tidak melambung. (*)

Penulis: Felix Janggu
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved