Berita Kota Kupang

Kredit Macet, Koperasi SMKN 5 Kupang Tak Bisa Bayar Uang Anggota

Koperasi SMKN 5 Kupang yang sudah berstatus non aktif kesulitan mengganti uang anggota koperasi

Kredit Macet, Koperasi SMKN 5 Kupang Tak Bisa Bayar Uang Anggota
POS-KUPANG.COM/OBY LEWANMERU
Siswa SMKN 5 Kupang gembira dan berpose dengan guru mereka usai mengikuti UNBK hari terakhir, Kamis (5/4/2018)

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Koperasi SMKN 5 Kupang yang sudah berstatus non aktif kesulitan mengganti uang anggota koperasi yang adalah para guru SMK 5 Kupang sendiri karena masih adanya anggota yang belum melunasi pinjaman.

"Koperasi memang sudah dibubarkan tetapi kita belum bisa ganti uang anggota karena ada teman teman (anggota koperasi) yang belum mengganti uang pinjaman atau kredit macet," jelas Ketua Koperasi SMK 5 Kupang, Asa M Lathang, ketika dihubungi POS- KUPANG.COM, Rabu (1/8/2018).

Ia mengungkapkan, beberapa anggota sudah membayar secara cicil pinjaman mereka.
Terkait alasan pembubaran koperasi, Asa menuturkan, sebelum tahun 2017 saat sekolah di bawah pemerintah provinsi, gaji para guru langsung dipotong oleh bendahara koperasi untuk cicilan pinjaman.

Baca: Dikejar Warga, Pencuri Ini Lari Tinggalkan Sandal Jepit

Namun sejak sekolah dialihkan dari kota ke provinsi tahun lalu, pembayaran gaji langsung masuk ke rekening para guru sehingga cicilan tidak bisa dipotong langsung oleh bendahara sehingga terjadi kredit macet.

Karena alasan ini, koperasi pun dibubarkan atas dasar kesepakatan bersama para anggota dengan catatan semua uang anggota harus dikembalikan.

"Yang menjadi masalah adalah masih ada kredit macet yang harus diselesaikan. Ada beberapa anggota yang sudah dibayar uangnya dan ada yang belum," katanya.

Batas waktu pelunasan pun, katanya, sudah pada bulan Juni silam tetapi sampai hari ini (agustus) belum tuntas.

Sementara itu, salah seorang anggota koperasi yang tidak mau namanya dikorankan menjelaskan, koperasi sudah ada sejak ada instruksi dari gubernur pada 2010 bahwa setiap institusi perlu ada koperasi.

Oleh karena itu, SMK 5 Kupang juga membentuk koperasi yang anggotanya guru di sekolah tersebut.

"Dana awalnya Rp 250 ribu untuk modal koperasi. Setelah itu potong lagi Rp 175 ribu. Sampai dengan gaji dialihkan ke rekening, gaji dipotong Rp 25 ribu," jelasnya.

Ia menjelaskan total simpanan bisa menyentuh angka Rp 2 juta per anggota. Jumlah anggota koperasi sendiri, tegasnya, sebanyak 63 orang.

Hingga koperasi bubar, para anggota meminta uang anggota dikembalikan dengan jangka waktu tiga bulan setelah koperasi dibubarkan. (*)

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved