Berita Kabupaten Nagekeo

Camat Aesesa Tegaskan Pemerintah Serius Perhatikan Kesehatan dan Sanitasi

Camat Aesesa, Pius Dhari, menyebutkan, saat ini pemerintah serius memperhatikan kesehatan dan sanitasi dimasyarakat.

Camat Aesesa Tegaskan Pemerintah Serius Perhatikan Kesehatan dan Sanitasi
POS-KUPANG.COM/Gordi Donofan
Camat Aesesa, Pius Dhari saat menyampaikan arahan saat acara Deklarasi 5 Pilar STBM di Boanio Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo, Rabu (1/8/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Camat Aesesa, Pius Dhari, menyebutkan, saat ini pemerintah serius memperhatikan kesehatan dan sanitasi dimasyarakat.

Upaya pemerintah itu bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

"Pemerintah telah memberikan perhatian dibidang higene dan sanitasi dengan menetapkan sasaran Indonesia Stop Babs (Stop Buang Air Besar Sembarangan). Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah saat ini, yakni meningkatkan akses air minum dan sanitasi dasar secara berkesinambungan kepada separuh proposi penduduk yang belum mendapatkan akses," ungkap Pius Dhari, kepada POS- KUPANG.COM, saat acara Deklarasi 5 Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Boanio, Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo, Rabu (1/8/2018).

Baca: Soal Kasus Kawin Kontrak, Polisi Diminta Bongkar Dugaan Pemalsuan Dokumen

Pria yang akrab disapa Pius ini mengatakan, dalam rangka akselerasi pencapaian akses masyarakat terhadap sanitasi yang layak dan akses air minum serta peningkatan perilaku hygene tersebut maka kementerian kesehatan bersama lintas sektor dan pemangku kepentingan terkait telah mengembangkan strategi nasional STBM dalam Kemenkes No. 852/Menkes/SK/IX/2008 yang mencakup 5 pilar perilaku hygenis.

Lima pilar itu diantaranya, pertama, Stop Buang Air Sembarangan, kedua, Cuci Tangan Pakai Sabun, ketiga, Pengolahan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga, keempat, Pengolahan Sampah Rumah Tangga, kelima, Pengolahan Air Limbah Rumah Tangga.

Ia menyebutkan, di Kecamatan Aesesa ada 12 Desa/Kelurahan yang mendapatkan pendampingan secara intensif oleh Plan International Indonesia program area Flores ditambah 6 desa/kelurahan yang menjadi target bimbingan Plan.

"Untuk mensinergikan para pelaku dalam kegiatan pemantauan dan evaluasi terhadap program STBM diwilayah ini maka dibuat panduan sebagai pedoman untuk melakukan pemantauan, evaluasi dan pelaporan," papar Pius.

Ia mengaku pendampingan terhadap program ini dilakukan bersama oleh kelompok kerja STBM mulai dari tingkat desa/kelurahan sampai kecamatan.

Ia mengaku tantangan yang dihadapi masyarakat terkait dengan masalah akses air minum, higene dan sanitasi masih sangat besar.

Ia mengatakan, sebagian masyarakat masih berperilaku buang air besar ke sungai, sawah, kolam, kebun dan tempat terbuka.

"Tahapan sebelum deklarasi STBM adalah melakukan verifikasi terhadap hasil monitoring dan akhirnya direkomendasikan oleh tim bahwa Desa Tedakisa, Desa Olaia dan Kelurahan Dawe memenuhi syarat untuk dideklarasikan," papar Pius. (*)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help