Headline Pos Kupang

Begini Perasaan Romo Ewal Saat Diberitahu Menjadi Uskup Maumere

Pada hari Selasa 3 Juli 2018, Romo Ewal dalam persiapan perjalanan dari Maumere ke Lere, Larantuka, Kabupaten Flores

Penulis: Eugenius Moa | Editor: Dion DB Putra
POS KUPANG/EUGENIUS MOA
Mgr.Ewaldus Martinus Sedu, Pr 

POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Mgr. Ewaldus Martinus Sedu mengungkapkan suasana hatinya menjelang menerima kabar diangkat menjadi Uskup Maumere. Ia mengalami perasaan tidak tenang sejak, Selasa (3/7/2018) pukul 10.15 Wita.

Vikjen Keuskupan Maumere yang akrab disapa Romo Ewal ini menceritakan hal ini kepada para imam, biarawati dan sejumlah umat di Lepo Bispu, Istana Keuskupan Maumere, Sabtu (14/7/2018) petang.

Pada hari Selasa 3 Juli 2018, Romo Ewal dalam persiapan perjalanan dari Maumere ke Lere, Larantuka, Kabupaten Flores Timur hendak mengikuti retret tahunan imam Keuskupan Maumere. Ia bersama RD Feliks dan RD. Ephi Rimo.

"Dalam persiapan berangkat itu, Hp saya berdering. Nomor Kedutaan Besar Vatikan di Jakarta. Nomor ini saya simpan sejak saya masih di Ritapiret," ujar Romo Ewal.

Suara dari balik telepon mengaku sebagai staf Kedubes Vatikan. Pemilik suara menanyakan apakah benar nomor Hp ini milik Romo Ewal. Setelah memastikan, Hp berpindah tangan kepada Duta Besar Vatikan.

"Dubes Vatikan menyapa saya dengan ramah dan hangat dalam Bahasa Italia. Itu hal yang menderbarkan saya," tuturnya. Dubes Vatikan meminta bertemu hari Selasa (3/7/2018). Namun Romo Ewal beralasan di Flores tidak ada penerbangan ke Jakarta. Selain itu, sedang mengikuti retret tahunan bersama para imam.

Namun Dubes Vatikan menyampaikan ingin bicara secara pribadi di Jakarta. Dia menyarankan setelah bertemu dengannya baru melanjutkan retret. "Saya katakan, Rabu (4/7/2018) ke Jakarta, lalu bertemu Bapak Duta tanggal 5 Juli pukul 09.00 WIB. Saya beritahu kepada bapak uskup. Saat itu saya minta barang-barang saya diturunkan dari mobil," kenang Romo Ewal.

Pada Rabu malam, Romo Ewal tiba di Jakarta menginap di Pastoran Unio. Letak penginapan dengan Kedubes Vatikan relatif dekat. Selanjutnya, pada tanggal 5 Juli pukul 08.30 WIB dengan menumpang bajaj, Romo Ewal menuju Kantor Kedubes Vatikan. Saat tiba, ia diterima petugas keamanan Kedubes. Ternyata pria itu berasal Waturia, Desa Kolisia, Kecamatan Magepanda.

Tepat pukul 09.00 WIB, Romo Ewal diterima Dubes Vatikan di Pendopo Kedubes Vatikan. Kemudian keduanya menuju ruang kerja Dubes di lantai dua. Dalam perjalanan dari lantai satu ke lantai dua, Dubes bertanya banyak tentang Mgr. Kherubim dan Keuskupan Maumere.

Lantaran tidak tenang sehingga pertanyaan Dubes Vatikan tidak dijawab. Ia menduga, suasana hatinya saat itu juga dirasakan Dubes. Ketika sampai di ruang kerja, keduanya tidak duduk berharapan, melainkan Dubes Vatikan memilih duduk di samping Romo Ewal.

"Dia sampaikan ke saya, Romo Ewaldus, saya juga baru saja kembali dari Roma. Selama bulan Juni di Roma. Saya betul mendengar langsung dari Bapak Suci, Paus Fransiskus mengatakan bahwa saya sudah memilih, menetapkan Romo Ewaldus Martinus sebagai uskup yang baru Keuskupan Maumere," ujar Romo Ewal menirukan perkataan Dubes Vatikan.

"Waktu itu saya tidak bisa berkata apa-apa. Dia menyaksikan saya begitu terkejut. Dia bilang jangan jawab sesuatu dulu. Mari kita ke kapela untuk berdoa. Sampai di kapela, Dubes membuka kepada Allah Roh Kudus dalam bahasa Latin. Kemudian dia membiarkan saya sekitar 30 menit berdoa sendirian," ujarnya.

Setelah 30 menit berdoa, Dubes kembali menghampiri Romo Ewal dan berkata, "Kita ini manusia yang lemah banyak kekurangan, tetapi ketika Tuhan telah memilih kita, Tuhan tahu apa harus dibuat kepada orang yang dipilihnya. Yang pasti Tuhan menyertai kita."

Saat itu Romo Ewal tersentak lalu teringat moto imamatnya, Ini Aku, Utuslah Aku. Dua hari kemudian (7/7/2018) saya akan rayakan imamat ke-27.

"Dia tanya lagi saya. Bagaimana romo? Saya menyatakan dengan doa Bunda Maria, saya bersedia. Dubes langsung memeluk saya. Kami berjabatan tangan, lalu kembali ke ruangan kerja membuat surat pernyataan dan kepada Sri Paus. Tiga kali saya tulis tangan, huruf saya tidak bagus," ujarnya.

Selanjutnya, Dubes Vatikan meminta Romo Ewal menghubungi Mgr. Kherubim menyampaikan kesediaan menjadi Uskup Maumere. Menurut Romo Ewal, rencana pengumuman dijadwalkan 11 Juli tapi ditunda tanggal 14 Juli 2018. (ius)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved