Berita Laporan YLH ke KPK

Kicauan YLH di Twitter Terkait Dugaan Korupsi Rektor Undana dapat Tanggapan

Di twitter, sang profesor terus berkicau.Ini adalah beberapa kicauan di twitter yang banyak mendapat tanggapan.

Kicauan YLH di Twitter Terkait Dugaan Korupsi Rektor Undana dapat Tanggapan
ISTIMEWA
Selain melapor Rektor Undana ke KPK, Prof. Ir. Yusuf Leonard Henuk, Ph.D juga melapor ke Ombudsman RI, Senin (9/7/2018). 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Segala cara dilakukan Prof. Ir. Yusuf Leonard Henuk, Ph.D untuk memviralkan laporannya ke KPK terkait dugaan korupsi yang dilakukan Rektor Undana, Prof. Fred Benu. Di twitter, sang profesor peternakan ini terus berkicau.

Ini adalah beberapa kicauan Prof. YLH di twitter yang banyak mendapat tanggapan.

Terbukti Laporan ProfYLH ke KPK Soal Dugaan Korupsi 6,2 M oleh Rektor Undana Semakin Buka Kebrobokan Pemprov NTT Dalam Kelola Bank NTT Sehingga Semakin Memperkuat Dugaan Kemungkinan Frans Lebu Raya Turut Terlibat Bersama Rektor Undana Dalam Kasus ini Dalam Melakukan Dugaan Tindakan Korupsi: "Perbuatan melawan Hukum dan Penyalahgunaan Wewenang yang mengakibatkan kerugian Keuangan negara/perekonomian negara", dapat dipenjara 20 Tahun Penjara, karena melanggar Pasal 2 dan Pasal 3 UU No. 31/1999 jo UU No. 20/2001.

https://twitter.com/ProfYLH/status/1017207756397297664?s=19

ProfYLH Buktikan Rektor Undana "Pembohong Besar", Karena ProfYLH (11 Juli 2018) Makan Siang Bersama Staf Khusus Menristekdikti: "Dia Ditegur Menristekdikti, Tapi Tidak Berani JUJUR cerita", Tapi Berkata Bohong, Sehingga Dipanggil Menristekdikti Pasti Sudah Ketakutan Sendiri. ProfYLH Dijadwalkan Ketemu Menristekdikti Pasti Mengadu Biar Dinasihati Sebagai Rektor Jangan Bohongi Publik

https://twitter.com/ProfYLH/status/1017054991243096064?s=19

MAKAN SIANG PERSAHABATAN : "Staf Khusus" Menristekdikti (Ir. Cyrillus Iryanto Kerong) & ProfYLH (fX Sudirman, Jakarta, 11 Juli 2018)

https://twitter.com/ProfYLH/status/1017044419231404033?s=19

"Saya akan terus tulis di twitter dan media sosial lainnya sampai kasus ini tuntas," kata Prof YLH.

Sebelumnya, Rektor Undana, Prof. Ir. Yusuf Leonard Henuk, Ph.D, yang dihubungi mengaku sudah tahu ada yang melaporkan dirinya ke KPK. Dia mengatakan, persoalan terkait rangkap jabatan ini sudah selesai tahun lalu saat dirinya mengundurkan diri sebagai Komisaris Independen Bank NTT.

Fred Benu mengatakan, meski demikian, dirinya siap memberikan keterangan kepada pihak manapun yang butuh penjelasan. "Saya pribadi siap saja. Kalau memang saya salah sebagai ASN pernah rangkap jabatan. Pokoknya masalah sudah selesai, jadi saya tidak bisa omong lagi. Tapi kalau mau beri penjelasan, saya siap saja," tegasnya.

"Saya menjadi contoh di Indonesia. Saya menjadi ASN satu-satunya di Indonesia yang mengundurkan diri. Lalu salah saya di mana. Lu muat itu sudah. Biar jangan polemik lagi," ujarnya.

Fred Benu mengatakan, pada Selasa (10/7/2018), dirinya sudah bertemu Menristek Dikti, Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D, Ak di Jakarta. Dia mengaku, meski kehadirannya di Kementerian Ristek dan Dikti dalam urusan lain, namun dirinya juga menyinggung soal rangkap jabatan ini.

"Saya baru saja bertemu Menristedikti tadi jam 13.00 bersama Rektor Universitas Andalas untuk berbicara soal usulan Loan bagi Undana dan Andalas. Saya singgung juga mengenai pertanyaan teman-teman soal jabatan rangkap. Dan menurut Pak Menteri malah tidak ada masalah selagi tidak meninggalkan tugas pokok. Malah bagus untuk membangun kerja sama universitas dengan dunia swasta," kata Fred Benu. **

Penulis: Sipri Seko
Editor: Sipri Seko
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved