Anak Hukum Undana Jangan Pakai Cara Kekerasan Guna Memperjuangkan Kepentingan Bersama
Jangan memakai cara-cara kekerasan untuk memperjuangkan kepentingan bersama, alumni Fakultas Hukum (FH) Undana mesti menjadi pembela kebenaran.
Penulis: OMDSMY Novemy Leo | Editor: OMDSMY Novemy Leo
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Novemy Leo
POS KUPANG.COM - Jangan memakai cara-cara kekerasan untuk memperjuangkan kepentingan bersama, alumni Fakultas Hukum (FH) Undana mesti menjadi pembela kebenaran.
Jangan pakai cara kekerasan untuk memperjuangkan kepentingan bersama.

Pesan Pendeta Niko, S.Th dalam acara syukuran dan pelepasan 82 wisudawan/ti Fakultas Hukum (FH) Undana Kupang periode Juli 2018.
Baca: Dekan FH Undana John Nome Kembalikan 82 Mahasiswa ke Orangtuanya
Baca: Catat Ya, Jangan Lakukan 4 Hal Ini Pada Organ Intim, Karena Kamu Akan Menyesal
Baca: Banyak Tikus Dirumahmu? Usir Dengan 3 Cara Efektif Ini
Baca: Sering Digigit Nyamuk? Nyamuk Akan Menggigit Orang-Orang Yang Seperti Ini
Acara dilakukan di halaman kampus merah, Rabu (4/6/2018), dihadiri puluhan orangtua mahasiswa, Sekretaris Pengurus Ikatan Keluarga Alumni (IKA) FH Undana Kupang, Ansi D Rihi Dara,SH, serta sejumlah alumni seperti Jhonson MIra Mangi, SH, MH, Darius Beda Datan, SH dan Novemy Leo, SH.
Hadir juga Dekan FH Undana Kupang, John Nome, SH, MH bersama sejumlah pudek dan para dosen serta civitas akademika setempat.

Dalam kotbahnya Pdt. Niko berpesan agar para mahasiswa yang akan diwisuda Kamis (5/7/2018) mampu menghadapi masalah, dan tidak menghindarinya.
Baca: Ternyata Tidur Tanpa Busana Punya 4 Manfaat Bagi Pria, Satunya Soal Kesuburan
Baca: Bawang Putih Kalahkan Obat Kuat, Yuk Maksimalkan Hubungan Bersama Pasanganmu
Pdt. Niko memberi contoh kisah Daud melawan Goliat, yang hendaknya bisa dijadikan salah satu pegangan para mahasiswa untuk menghadapi kehidupan mereka setelah wisuda.

"Berkarya secara kolaboratif untuk nyatakan kehendak Tuhan guna mampu membangun harkat dan martabat, dan bisa menyatakan kebenaran dan keadilan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan terus mengandalkan Tuhan. Berkarya sebagai sahabat yang berpihak pada kaum masyarakat lemah yang terabaikan dalam masyarakat," kata Pdt. Niko. (*)