Sri Mulyani Digoda Anggota DPR untuk Debat dengan Rizal Ramli, Jawabannya Enteng

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Digoda Anggota DPR untuk Debat dengan Rizal Ramli

Sri Mulyani Digoda Anggota DPR untuk Debat dengan Rizal Ramli, Jawabannya Enteng
KOMPAS.COM
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati usai rapat dengan Komisi XI di gedung Nusantara I DPR RI, Senin (2/7/2018). 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Salah satu anggota Komisi XI DPR RI, Elviana, sempat menceritakan bahwa dia sering membaca komentar seputar perekonomian Indonesia dari mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Rizal Ramli.

Cerita itu disampaikan langsung di tengah rapat Komisi XI dengan Kementerian Keuangan, di mana hadir Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Senin (2/7/2018) malam.

Baca: Usai Diperiksa KPK, Cagub Maluku Utara Resmi Ditahan KPK

Awalnya, Elviana minta pendapat Sri Mulyani tentang pandangan Rizal di dalam sebuah grup WhatsApp. Elviana sendiri masuk dalam grup WhatsApp itu bersama Rizal dan tokoh-tokoh lain di sana.

"Katanya, apakah APBN bisa berjalan bila pemerintah tidak menarik utang baru dalam 2 sampai 3 bulan saja? Jadi, saya hanya menyampaikan bahwa kami mendapat masukan di luar forum-forum seperti ini soal ekonomi. Di satu sisi, yang mereka sampaikan ada benarnya juga. Di sisi lain, Ibu berusaha menyampaikan fakta-fakta yang telah dilakukan oleh pemerintah. Begitu saja, Bu," kata Elviana.

Menanggapi hal tersebut, Sri Mulyani tersenyum lalu menjawabnya setelah dipersilakan oleh pimpinan sidang. Suasana saat itu mulai ramai, karena para anggota dewan dan yang hadir di rapat tersebut tahu Rizal sempat menantang Sri Mulyani berdebat tentang utang pemerintah beberapa waktu lalu.

"Pertama, kalau disebutkan apakah APBN bisa jalan, ya buktinya kami jalan. Kalau apakah dengan utang baru, kan APBN 2018 sudah disetujui dengan defisit 2,19 persen. Kira-kira Rp 325,9 triliun untuk keseluruhan tahun 2018," tutur Sri Mulyani.

Sri Mulyani juga menjelaskan, melihat ekonomi tidak bisa hanya dari 1 indikator saja. Misalnya, meski ada kenaikan harga minyak yang meleset dari asumsi makro APBN tahun ini, di sisi lain hal tersebut merupakan potensi penerimaan pajak, terutama dari pajak migas dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

"Hanya, kalau murni (melihat) dari situ, sebetulnya defisit APBN kita bisa lebih kecil. Namun, karena subsidi kita harus ditambah, maka ada pengeluaran tambahan. Tapi, secara total, postur kita di maksimum defisit 2,19 persen," ujar Sri Mulyani.

Setelah Sri Mulyani menjelaskan, Elviana langsung menanyakan hal lain yang semakin mengundang rasa penasaran para peserta rapat.

"Bu, kenapa enggak berani debat dengan Pak Rizal?" tanya Elviana yang disambut ramai orang di sana.

"Kan saya debatnya sama Komisi XI. Saya Menteri Keuangan, bukan tukang debat, jadi saya mengelola fiskal," jawab Sri Mulyani yang disambut tepuk tangan.

Sri Mulyani menegaskan, semua yang dia jelaskan selalu mengacu kepada Undang-Undang dan merupakan informasi publik yang bisa diketahui oleh siapa saja.

Dia turut memastikan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga perekonomian Indonesia tetap dalam kondisi baik dan berkelanjutan.

"Jadi, kami tidak hanya merespons untuk satu indikator. Semuanya bergerak. Kami ingin ekonomi kita tetap aman, terjaga, relatif dalam hal ini walaupun ada goyangan tapi tetap terjaga, berkelanjutan, dan tetap bisa menciptakan progress perbaikan," sebut Sri Mulyani.

"Mungkin itu yang bisa kami sampaikan. Moga-moga bisa ditulis juga di dalam WhatsApp group-nya, Bu," tambah Sri Mulyani yang disambut tawa orang di ruang rapat. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help