Polres Kupang Bidik Indikasi Korupsi Dana Desa Tahun 2017

Penyidik Kepolisian Resor (Polres) Kupang saat ini tengah membidik pengelolaan dana desa pada 6 desa di Kabupaten Kupang untuk tahun 2017.

Polres Kupang Bidik Indikasi Korupsi Dana Desa Tahun 2017
POS KUPANG/EDY HAYON
Kapolres Kupang, AKBP Indera Gunawan, S.Ik, pada acara pembukaan rapat koordinasi (Rakor) pengawasan partisipatif, di Neo Aston Kupang, Kamis (22/2/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong

POS-KUPANG.COM | BABAU - Penyidik Kepolisian Resor (Polres) Kupang saat ini tengah membidik pengelolaan dana desa pada 6 desa di Kabupaten Kupang untuk tahun 2017.

Pengelolaan dana desa 6 desa itu yakni, Desa Uitao dan Desa Letbaun di Kecamatan Semau, Desa Oefafi di Kecamatan Kupang Timur, Desa Nonbaun di Kecamatan Fatuleu Tengah, Desa Fatukona di Kecamatan Takari, Desa Kolabe di Kecamatan Amfoang Utara dan Desa Netemnanu di Kecamatan Amfoang Timur.

Baca: Inilah Empat Nama Calon Dirut dan Dirum Bank NTT

Untuk saat ini, untuk Kecamatan Takari sudah ada indikasi untuk ditingkatkan ke penyidikan namun untuk sampai ke tahap itu masih dilakukan gelar perkara dalam waktu dekat.

Kapolres Kupang, AKBP Indera Gunawan, S.Ik, menyampaikan hal ini ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (2/7/2018).

Indera mengungkapkan, terkait dengan pengelolaan dana desa di Kabupaten Kupang, pihaknya dimintai Pemerintah Kabupaten Kupang untuk memberikan penyadaran pada para kepala desa agar bisa mengelola dana desa itu dengan baik.

Selama ini kegiatan sosialisasi mengenai pengelolaan dana desa terus dilakukan, tetapi dalam perjalanan ada sebagian kepala desa yang tidak mengindahkan.

Pihak Polres Kupang mendorong agar para kepala desa melaksanakan pertanggungjawaban dana desa tahun 2017 namun tetap saja tidak dilakukan.

"Sejak kita diminta pemda, kita sudah turun untuk minta kepala desa buat laporan pertanggungjawaban. Tugas kita adalah pencegahan korupsi sebelum penindakan. Kita sudah ulang-ulang sampaikan kalau ada peluang kembalikan ya kembalikan, tapi tidak diindahkan. Saya sudah tanyakan ke penyidik korupsi bagaimana dengan persoalan dana desa, dijawab ada dugaan indikasi. Pengelolaan dana desa yang sudah bisa ditingkatkan ke penyidikan terutama di Kecamatan Takari sedangkan lainnya masih harus kita gelar perkara apakah ditingkatkan ke penyidikan atau belum," katanya. (*)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved