Catatan Sepakbola

Ronaldo vs Uruguay, Messi vs Prancis, Benarkah?

Sebelas orang lawan sebelas orang di lapangan dengan satu tujuan membawa bola bersarang di gawang lawan.

Ronaldo vs Uruguay, Messi vs Prancis, Benarkah?
Reuter
Eskpresi Kapten Timnas Portugal Cristiano Ronaldo saat diganjar kartu kuning dalam laga Portugal vs Iran 

Ulasan Dewa Putu Sahadewa
Masgibol Flobamora

POS-KUANG.COM - Mungkinkah ada satu pemain mampu melawan satu kesebelasan? Dari sejarah kuno permainan mirip sepakbola mulai dimainkan oleh bangsa Cina, Mesir, Jepang, Meksiko dll sampai dimulainya era sepakbola modern di Inggris , Sepakbola, Football, Calcio, Soccer apapun namanya selalu merupakan permainan tim.

Sebelas orang lawan sebelas orang di lapangan dengan satu tujuan membawa bola bersarang di gawang lawan.

Baik saat "bola" berupa tengkorak kepala manusia, kandung kencing mamalia, sampai bola bulat berbahan kulit dan kini dibuat dari bahan sintetik yang sangat presisi selalu bola dimainkan beramai-ramai.

Baik sepakbola dimainkan untuk prosesi upacara, pembebasan dari penjajahan, maupun untuk sebuah piala dan kebanggaan dan hadiah uang, selalu berhadapan dua tim yang pada akhirnya hanya beranggotakan 11 pemain inti dan beberapa pemain cadangan dipimpin seorang wasit dan dua hakim garis.

Bahkan kini wasit pun dibantu oleh wasit baik di pinggir lapangan maupun di studio untuk memelototi rekaman video. Juga teknologi multi kamera khusus mengawasi garis batas gawang supaya tidak ada lagi gol setan dan keragu-raguan akan sah atau tidaknya sebuah gol.

Pemain depan Uruguay Luis Suarez (L) mengiring bola dibayangi gelandang Arab Saudi Abdullah Otayf dalam pertandingan Grup A Piala Dunia 2018 Rusia antara Uruguay dan Arab Saudi di Rostov Arena di Rostov-On-Don (20 Juni 2018).
Pemain depan Uruguay Luis Suarez (L) mengiring bola dibayangi gelandang Arab Saudi Abdullah Otayf dalam pertandingan Grup A Piala Dunia 2018 Rusia antara Uruguay dan Arab Saudi di Rostov Arena di Rostov-On-Don (20 Juni 2018). ((Pascal GUYOT / AFP))

Tetap saja tidak ada individu yang bermain sendiri. Bahkan Ronaldo pun butuh kawan-kawan. Memang kesannya dia sendiri yang menahan imbang Spanyol dengan 2 golnya.

Tapi selama 90 menit plus injury time bola mengalir ke sana ke mari di lapangan hijau teman-teman Ronaldo di bagian belakang berusaha mati-matian mencegah terjadinya gol. Bahkan dalam serangan pun Ronaldo tidak sendiri membangunnya. Juga Messi, demikian pun Maradona, bahkan Pele, semua didukung tim yang solid.

Tapi satu atau dua orang mesti menjadi bintang. Tim yang tepat, waktu yang tepat dan oh ya hampir terlupa pelatih yang hebat akan melambungkan sang bintang ke puncak demikian juga sebaliknya.

Pemain bintang jika hanya sendirian bahkan untuk mencicipi arena Piala Dunia pun tidak bisa: Ryan Gigs dari Wales, George Weah dari Liberia, sebagai contoh nyata.

Halaman
12
Editor: Putra
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved