Pengambilan Pasir Menyebab Abrasi Pantai Mananga Aba
Meski tidak secara sporadis pengambilannya, namun dikuatirkan kalau keadaan tersebut terus dibiarkan dapat mengancam keselamatan pantai Mananga Aba.
Penulis: Petrus Piter | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Wartawan Pos-kupang.com, Petrus Piter
POS-KUPANG.COM, TAMBOLAKA--Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya secara resmi telah melarang pengambilan pasir laut di Pantai Mananga Aba hingga Karuni di Kecamatan Loura sejak tahun 2017 silam.
Hal itu.demi menjaga kelestarian pantai Mananga Aba yang menjadi salah satu daerah tujuan wisata masyarakat SBD pada akhir pekan atau hari libur.
Walaupun demikian, masih ada warga nekat mengambil pasir bahkan di lakukan pada malam hari. Perbuatan tersebut dapat mengakibatkan terjadinya abrasi pantai.
Seperti disaksikan pos-kupang di pantai Mananga Aba, Desa Karuni, Kecamatan Loura, SBD, Rabu (20/6/2018) terdapat 1-2 titik pengambilan pasir,tepatnya dibagian timur dari hotel pantai Kita.
Meski tidak secara sporadis pengambilannya, namun dikuatirkan kalau keadaan tersebut terus dibiarkan dapat mengancam keselamatan pantai Mananga Aba.
Yeskiel Kaka dan Robinson, dua nelayan (pemanah ikan) yang ditemui di pantai Mananga Aba, Kecamatan Loura, SBD, Rabu (20/6:2018) siang yang sedang menunggu pasang surut untuk menyelam memanah ikan, mengatakan, kondisi pantai Mananga Aba setahun terakhir ini jauh lebih baik.
Tidak ada lagi penambangan pasir. Kalaupun ada, biasanya dilakukan pada malam hari. Tetapi hal itu tidak rutin karena sudah ada.pos jaga di depan.
Meski demikian, ia berharap pemerintah desa dan tokoh masyarakat setempat harus proaktif menjaga kelestarian pantai Mananga Aba. Hal itu karena pantai Mananga Aba merupakan salah satu andalan wisata pantai bagi masyarakat. SBD. Biasanya kondisi pantai ramai pengunjung pada akhir pekan atau hari libur. (*)