Orang Religius Lebih Panjang Umur, Ini Hasil Penelitiannya
Orang religius lebih panjang umur, begini hasil penelitiannya, percaya?
POS-KUPANG.COM - Orang religius lebih panjang umur, begini hasil penelitiannya, percaya?
Ada banyak hal yang membuat kita harus mendekatkan diri pada Sang Pencipta. Salah satunya terkait umur panjang.
Sebuah riset yang dilakukan Ohio State University mengungkapkan, orang-orang religius mampu hidup hingga enam tahun lebih lama.
Seperti dikutip dari laman Standard, demi mendapatkan hasil yang akurat, peneliti menganalisis lebih dari 1.500 obituari dari surat kabar lokal Amerika Serikat.
Baca: Ngeri, Intagram dan Facebook Bisa Bikin Kamu Galau dan Ganggu Kesehatan Mentalmu
Baca: Bahaya, Perilaku Medsos Seperti Ini Jadi Tanda Kalian Alami Depresi, Seperti Apa Itu?
Baca: Perempuan Yang Suka Bangun Siang, Rentan Depresi Loh, Benar Nih?
Dari sana mereka melihat afiliasi agama, status perkawinan, hobi, dan kegiatan lainnya.
Peneliti membuktikan orang-orang yang berita kematiannya merujuk pada afiliasi keagamaan cenderung hidup hingga lima tahun lebih lama.
Hal ini rupanya cukup logis. Komunitas agama memberi banyak kesempatan untuk bersosialisai dan melakukan kegiatan.
Semua hal tersebut dapat menghalangi kesepian dan gaya hidup yang pasif.
Sebab, kesepian dan gaya hidup pasif merupakan dua faktor terbesar penyebab kematian. Uniknya, analisis riset tentang 'kegiatan lain' justru tidak memberi bukti adanya dampak positif pada harapan hidup sebanyak kegiatan agama.
"Kami menemukan, kesukarelaan dan keterlibatan dalam organisasi sosial hanya menyumbang sedikit peningkatan harapan hidup, daripada organisasi keagamaan," papar Laura Wallace, selaku periset.
Baca: Ternyata Sendal Jepit Bisa Merusak Kesehatanmu, Seperti Apa Itu?
Baca: Ini Alasan Wisatawan Asal Perancis Tak Bisa Melawan Saat Diperkosa di Labuan Bajo
Baca: Anda Alami Tekanan Darah Rendah, Ini Anjuran dan Pantangan Makan Bagimu
"Masih banyak manfaat dari afiliasi keagamaan yang tidak dapat dijelaskan," tambahnya. Dia mengatakan, banyak agama mempromosikan praktik yang sehat - pantangan mengonsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang, misalnya - memberi efek positif dalam peningkatan harapan hidup.
"Banyak agama mempromosikan praktik-praktik mengurangi stres yang dapat meningkatkan kesehatan, seperti rasa syukur, doa, atau meditasi," ucap Baldwin Way, ilmuwan yang turut serta dalam riset ini.
Apa pun alasannya, riset ini telah membuktikan agama sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Benarkah Orang Religius Lebih Panjang Umur?"