Nenek Ini Dirampok dan Dibunuh Saat Shalat, Ini yang Diterima Pelaku

Aparat Satreskrim Polres Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, menembak AS (35), pelaku pembunuhan seorang nenek bernama Hj Hannum boru Harahap (70).

Nenek Ini Dirampok dan Dibunuh Saat Shalat, Ini yang Diterima Pelaku
KOMPAS.COM
Ilustrasi penembakan 

POS-KUPANG.COM | MEDAN - Aparat Satreskrim Polres Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, menembak AS (35), pelaku pembunuhan seorang nenek bernama Hj Hannum boru Harahap (70).

Kabid Humas Polda Sumut, AKBP Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, tersangka diringkus di salah satu warung kopi di Sipirok setelah dua hari melarikan diri dari kejaran petugas.

Warga Desa Sialagundi, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapsel, itu telah ditetapkan sebagai tersangka.

Baca: Seorang Polisi dan Pelajar Terluka Saat Bensin di Warung Terbakar

Dia diduga membunuh korban dengan modus menawarkan jasa untuk memetik buah kelapa milik Hannum pada Selasa (12/6/2018).

"Kemudian, korban yang tinggal sendirian di rumahnya menerima jasa yang ditawarkan oleh pelaku," ujar Tatan di Medan, Jumat (15/6/2018).

Dia mengatakan, niat tersangka berubah setelah melihat perhiasan yang digunakan korban, yaitu kalung emas dengan berat 30 gram.

Dengan dalih waktu sudah sore, akhirnya tersangka beralasan kepada korban agar pekerjaan memanjat pohon kelapa tersebut dilanjutkan esok hari.

"Nah, aksi perampokan tersebut dilakukan tersangka besoknya. Saat itu, korban Hannum, warga Desa Binang Tolu, Kecamatan Huristak, Kabupaten Padanglawas, akan melaksanakan shalat. Korban dipukul bagian kepalanya dengan benda tumpul hingga tewas," ucap mantan Wakapolrestabes Medan itu.

Tatan menjelaskan, dari hasil kejahatan tersebut, pelaku membawa kabur kalung emas, tiga cincin emas dan ponsel milik korban.

Saat ditangkap, tersangka melakukan perlawanan hingga dilakukan tindakan tegas dan terukur.

Dari sisa hasil kejahatan, petugas menyita barang bukti satu unit sepeda motor, cincin dan ponsel, sedangkan kalung emas sudah dijual senilai Rp 11 juta.

"Atas perbuatan tersebut, tersangka dijerat dengan Pasal 340 subsider 365 ayat 3 KUH Pidana, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara," kata Tatan. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help