WALHI NTT Laporkan PT Muria Sumba Manis ke Polres Sumba Timur, Ada Apa?

Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) NTT melaporkan PT Muria Sumba Manis (PT MSM) ke kepolisian Sumba Timur

WALHI NTT Laporkan PT Muria Sumba Manis ke Polres Sumba Timur, Ada Apa?
ISTIMEWA
Suasana saat WALHI NTT diterima di ruang pelaporan Reskrim Polres Sumba Timur, Kamis (14/6/2018) pagi. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) NTT melaporkan PT Muria Sumba Manis (PT MSM) ke kepolisian Sumba Timur terkait dugaan adanya pelanggaran pidana lingkungan yang dilakukan perusahaan tersebut di Daerah Aliran Sungai (DAS) di desa Wangga dan desa Patawang Kecamatan Umalulu, Kabupaten Sumba Timur, Jumat (15/6/2018)

Demikian Petrus Ndamung, Staf WALHI NTT divisi Wilayah Kelola Rakyat (WKR) dalam siaran pers yang diterima POS-KUPANG.COM pada Kamis, (14/6/2018) malam.

Baca: Petasan Meledak Saat Tengah Dibuat di Rumah, 5 Orang Luka-luka

Petrus mengatakan, pihaknya didampingi Umbu Hiwa Tanangunju SH selaku kuasa hukum dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Li Mahamu dan tiba di Polres Sumba Timur tepat pukul 10.00 Wita

Ia menjelaskan, Konsesi PT MSM saat ini berada di Enam Kecamatan kabupaten Sumba Timur diantaranya Kecamatan Pandawai, Kecamatan Kahunga Eti, Kecamatan Umalulu, Kecamatan Rindi, Kecamatan Pahunga Lodu dan Kecamatan Wula Waijelu dengan luas lahan mencapai 19 ribu Hektare

"Persoalan pengerusakan hutan di Daerah Aliran Sungai perlu di laporkan kepada pihak berwajib untuk di investigasi karena telah menimbulkan kerusakan lingkungan dan menurunnya debit air di daerah hulu sehingga menyebabkan kekeringan pada irigasi yang digunakan masyarakat petani di daerah hilir," katanya.

Petrus menambahkan, perisitwa tersebut sudah berlangsung sejak tahun 2016 sampai saat ini, selama ini, kata Petrus, pihaknya belum melaporkan karena masih mengumpulkan data-data lapangan terkait adanya indikasi pidana lingkungan yang dilakukan perusahaan.

"Ini bukan satu-satunya pidana lingkungan yang akan dilaporkan oleh WALHI NTT, masih banyak lagi pidana lingkungan lainnya yang telah kami investigasi di berbagai desa. Hal tersebut kami akan tindaklanjuti dalam beberapa minggu ke depan setelah semua data yang dibutuhkan terkumpul," jelas Petrus.

Sebelum mengambil langkah hukum Petrus menjelaskan pihaknya juga telah melayangkan surat keberatan atas izin lingkungan yang dikeluarkan pemerintah kabupaten Sumba Timur.

Dirinya berharap, pihak kepolisian Resort Sumba Timur serius melakukan investigasi dan meningkatkan status laporan ini secepat mungkin, karena sampai saat ini, menurut Petrus, aktivitas perusahaan terus berlangsung dan banyak terjadi konflik sosial, kerugian baik materil maupun non materil oleh masyarakat dan alam sendiri.

"Kami berharap Pelaporan ini menjadi dasar untuk pemberhentian sementara segala aktivitas perusahaan di seluruh wilayah Kabupaten Sumba Timur," imbuhnya.

Sementara itu, Umbu Hiwa Tanangunju, SH selaku kuasa hukum dari LBH Li Mahamu mengharapkan, laporan klaiennya harus dikawal secara serius oleh pihak berwajib dan tentu, kata Umbu, pihaknya menghargai dan mendukung proses pihak berwajib sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku di Indonesia. (*)

Penulis: Gecio Viana
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help