Piala Dunia 2018

Di Grup G, Inggris Ingin Membuang Mimpi Buruk

Kami belum memenangkan pertandingan pada babak penyisihan sejak 2006. Jadi jelas, lolos dari grup dan memenangkan babak penyisihan akan menjadi

Di Grup G, Inggris Ingin Membuang Mimpi Buruk
(twitter.com/FIFAWorldCup)
Penyerang tim nasional Italia, Lorenzo Insigne (kiri), berusaha merebut bola dari penguasaan bek Inggris, Danny Rose, dalam laga persahabatan internasional di Stadion Wembley, London, Rabu (28/3/2018) dini hari WIB. 

POS KUPANG.COM - - Tim sepak bola nasional Inggris tidak akan melupakan mimpi buruk di Brazil pada 2014 ketika mereka, bersama Italia, harus mengakui Kosta Rika dan Uruguay pada penyisihan grup D.

Inggris yang ketika itu di bawah kepemimpinan Roy Hodgson bahkan tidak meraih satu kemenangan pun. Hanya satu permainan imbang dengan Kosta Rika pada laga terakhir grup D Piala Dunia 2014.

The Three Lions menatap pesta sepak bola dunia 2018 di Rusia dengan penuh ambisi yaitu putaran perempat final. Itu berarti timnas Inggris optimistis lolos dari Grup G yang berisi Belgia, Tunisia, dan Panama.

Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) menyebut target putaran delapan besar Piala Dunia 2018 itu "sebagai tanda kemajuan nyata" menyusul kegagalan mereka pada babak penyisihan dalam Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan dan Piala Dunia 2014 di Brazil.

"Kami belum memenangkan pertandingan pada babak penyisihan sejak 2006. Jadi jelas, lolos dari grup dan memenangkan babak penyisihan akan menjadi tanda nyata kemajuan. Jika tembus, Anda menang lebih banyak," ujar Kepala Eksekutif FA Martin Glenn seperti dikutip Reuters.

Tim asuhan Gareth Southgate itu diyakini akan menampilkan strategi yang sama yaitu mengandalkan pemain-pemain bertahan untuk mengumpan bola ke pemain-pemain sayap.

Namun, Inggris yang menempati peringkat ke-13 dunia pada awal Juni 2018 akan tetap mengandalkan para pemain depan seperti penyerang Tottenham Hotspur, Harry Kane. Sang kapten tim itu sukses menyumbang 12 gol dari 23 penampilannya bersama timnas jelang kehadiran di Rusia.

Pemain lain yang akan menjadi andalan Inggris adalah Raheem Sterling. Anak asuh Pep Guardiola di Manchester City itu akan menciptakan momentum dalam timnas bersama peningkatan penampilannya di Premier League.

Inggris tampaknya harus tetap berhati-hati jelang laga pembuka pada Senin (18/6) menghadapi Tunisia menyusul cedera salah satu pemain penyerang mereka, Marcus Rashford.

Pemain berusia 20 tahun asal Manchester United itu berharap turun sejak awal pertandingan Piala Dunia 2018 setelah mencetak gol jarak jauh ketika menghadapi Kosta Rika pada pertandingan pemanasan.

Halaman
123
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help