Kepala SMAN 5 Kupang Janji Taati Pergub dan Juknis Terkait PPDB 2018

Kepala SMAN 5 Kupang, Laurensius H. Huler, S.Pd, MM, mengatakan, dalam setiap PPDB di sekolahnya akan selalu tunduk pada Pergub dan Juknis PPDB 2018.

Kepala SMAN 5 Kupang Janji Taati Pergub dan Juknis Terkait PPDB 2018
POS-KUPANG.COM/Lexy Manafe
Kepala SMAN 5 Kupang, Laurensius H. Huler, SPd MM. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Lexy Manafe

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Terkait Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) secara online maupun offline di masing-masing sekolah, Kepala SMAN 5 Kupang, Laurensius H. Huler, S.Pd, MM, mengatakan, dalam setiap kegiatan terkait PPDB di sekolahnya akan selalu tunduk pada Pergub dan Juknis PPDB 2018.

"Kita selalu mengacu pada pergub dan Juknis, jadi tidak ada ketidakadilan ataupun kecurangan dalam penerimaan siswa baru. Kita akan taat dan kosisten terhadap aturan" jelas Laurensius saat ditemui diruangannya, Selasa (12/6/2018).

Baca: Alumni Ini Sebut SMK PP Boawae Tidak Hanya Didik Jadi Orang Pintar Tapi Orang Berguna

Diakuinya, pihak sekolah harus menaati pembatasan rombel dan sistim seleksi zonasi sehingga, bisa terjadi pemerataan pendidikan.

"Jika kita buat kebijakan hanya untuk orang tertentu, nanti pada akhirnya orang tersebut yang membuat kacau. Kalau kita beri peluang bagi satu orang, maka yang lain akan mengikuti," ungkapnya menaggapi sekolah-sekolah lain yang yang tidak menaati sistim zonasi dan penetapan rombel.

Ia mengisahkan, tahun sebelumnya, SMAN 5 Kupang, terpaksa melakukan penambahan rombel sebanyak 17 rombel. Hal ini diakuinya, kemudian membawa dampak negatif terhadap kualitas pendidikan di sekolah tersebut.

"Tahun lalu kita terpaksa menerima 17 rombel. Kemudian saya melihat pembelajaran sangat tidak efektif. jam pembelajaran sudah harus terpotong, ada pembagian sekolah pagi dan siang. Ini sangat tidak efektif," kisahnya

Sosialisasi kepada masyarakat dan guru terkait PPDB, kata Laurensius, sudah sering dilakukan. Menurutnya, hal tersebut dilakukan agar masyarakat serta para guru paham serta menaati peraturan yang berlaku.

"Setiap rapat kita selalu sosialisasikan PPDB ini, kepada guru maupun orangtua siswa. Sehingga ketika semua orang sudah mengetahui aturan ini, maka harus ditaati. Tidak ada pengecualian," imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, ia berharap, dengan adanya sistim PPDB Online, tidak ada lagi demo maupun protes dari masyarakat terkait penyelenggaran PPDB, sehingga PPDB dapat berjalan aman dan tertib. (*)

Penulis: Lexy Manafe
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help