KWI Sebut Umat Katolik Dirugikan Terkait Pelarangan Turis Indonesia oleh Israel

Sama seperti menunaikan ibadah haji, ziarah umat Katolik di situs suci atau gereja, baik di wilayah Palestina atau Israel

KWI Sebut Umat Katolik Dirugikan Terkait Pelarangan Turis Indonesia oleh Israel
ISTIMEWA
Kota Yerusalem 

POS-KUPANG.COM - Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) menyayangkan langkah Israel yang menolak warga negara Indonesia (WNI) untuk masuk ke wilayahnya.

Sekretaris Komisi Kerasulan Awam KWI Romo Siswantoko mengatakan, kebijakan Israel itu merugikan umat Katolik di Indonesia.

"Kalau betul itu diberlakukan oleh Israel terhadap WNI di sana, tentu akan menjadi kerugian bagi warga Katolik Indonesia yang akan berziarah ke sana," ujar Romo Koko, sapaan akrab Siswantoko kepada Kompas.com, Jumat (1/6/2018).

Baca: 53 Warga Israel Ditolak Masuk Indonesia, Menkumham Yasonna Laoli Bilang Masalahnya Sensitif

Sebab, sama seperti menunaikan ibadah haji, ziarah umat Katolik di situs suci atau gereja, baik di wilayah Palestina atau Israel, sudah dirancang sejak jauh-jauh hari.

"Tentu mereka memiliki rencana ini sejak jauh-jauh hari, sudah menabung, lalu ternyata ini dilarang. Ini tentu merugikan, selain tentunya kerugian secara momen spiritual," lanjut dia.

KWI mempertanyakan mengapa Israel mengambil kebijakan itu. Sebab, peziarah asal Indonesia sudah sejak berpuluh tahun lalu melakukan kegiatan rohani di Israel, khususnya wilayah Yerusalem.

Seharusnya, Israel memberikan peringatan terlebih dahulu sebelum mengambil kebijakan itu.

Bendera Israel di dekat Masjid Kubah Batu Al Aqsa pada 5 Desember 2017. (AFP/Thomas Coex)

Baca: Ada Tiga Situs Penting di Israel, Menlu RI Bantah Pelarangan Turis Indonesia Terkait Politik

KWI berharap pemerintah Indonesia mengambil langkah agar peziarah Indonesia tetap bisa berangkat ke 'holy land'.

"Bagi umat Katolik, ini adalah bagian dari perjalanan iman. Oleh sebab itu, pemerintah harus proaktif, setidaknya berani mempertanyakan kebijakan ini.

Ini demi warga negara Indonesia Katolik yang berangkat ke sana," ujar Romo Koko.

Halaman
1234
Editor: Fredrikus Royanto Bau
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved