Meon Benu Yakin Pemerintah Telah Mematikan Sanggar Seni di NTT

Kelompok seniman Kupang menggelar diskusi terkait pembentukan Dewan Kesenian di Nusa Tenggara Timur (NTT), di Sanggar Seni Bonipoi Kupang

Penulis: Wilibrordus Kau Suni | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Wili Suni
Suasana diskusi yang dihadiri oleh beberapa seniman Kota Kupang di Sanggar Seni Bonipoi Jalan Elang Nomor 3 Bonipoi Kota Kupang, Sabtu (26/5/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Wili Suni

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kelompok seniman Kupang menggelar diskusi terkait pembentukan Dewan Kesenian di Nusa Tenggara Timur (NTT), di Sanggar Seni Bonipoi Kupang malam tadi, Sabtu (26/5/2018).

Dimulai dengan pertunjukan teater dan pembacaan puisi, diskusi ini berhasil membuahkan beberapa ide untuk kembali menghidupkan musim berkesenian di NTT.

Baca: 4 Siswa SMPN 1 Cibal Raih Nilai UN Matematika 100

Poin pertama adalah mempersiapkan fasilitas dan tempat untuk berkreasi bagi para seniman. Pada poin ini, Meon Benu memfasilitasi para seniman dengan salah satu tempat miliknya untuk dijadikan tempat berkumpulnya para seniman di Kota Kupang.
Poin kedua adalah menghimpun dan menumbuhkan kembali sanggar-sanggar seni di Kota Kupang secara khusus dan membentuk kembali Dewan Kesenian.

Ditumbuhkan kembali karena sejauh ini, di Kota Kupang, tidak ada satupun tempat yang disedikan sehingga seniman-seniman yang ada seolah mundur dan berhenti berkarya.

Meon Benu, pendiri Sanggar Seni Bonipoi, menginginkan semua seniman yang ada di NTT ini memiliki tempat untuk berkreasi. Dia bermaksud ada perpanjangan tangan dari pemerintah.

Artinya, pemerintah harus menyediakan wadah untuk para seniman. Tujuannya adalah agar para seniman bisa berkreasi, bisa terus berkarya, dan menghidupkan kembali dewan kesenian yang telah lama mati suri.

"Saya melihat pemerintah sepertinya berusaha untuk mematikan para seniman bersama karya-karyanya. Kita (NTT) memiliki banyak sanggar seni, kita sangat kaya akan hal ini, tetapi pemerintah selama ini sama sekali tidak peduli", lanjut Meon saat diskusi di Sanggar Seni Bonipoi Kupang.

Alasan Meon menghidupkan kembali seni karena dirinya memiliki keinginan yang besar untuk mengangkat kembali nilai-nilai yang belum sempat diangkat.

Sebagai awal tumbuh kembalinya musim berkesenian di daerah ini, Meon menghimpun beberapa seniman kemudian menyediakan tempat yang seadanya sebagai tempat yang akan berkumpulnya para seniman yang ada di Kota Kupang.

"Pemerintah perlu memperhatikan dan segera bertindak, karena ini adalah mutlak tanggung jawab pemerintah. Minimal menyediakan fasilitas atau tempat bagi para seniman. Tindakan pemerintah sejauh ini seperti sedang bersembunyi dan tidak peduli terhadap tumbuh kembangnya iklim berksenian yang ada," tambahnya. (*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved