Bendungan Napungete, Kadis PUPR dan Plt Bupati Sikka Terima Getahnya

Pemilik lahan tidak percaya lagi dengan kita. Saya dan Plt (Bupati Sikka, Drs.Paolus Nong Susar) menerima resikonya

Bendungan   Napungete,  Kadis  PUPR dan  Plt Bupati  Sikka Terima  Getahnya
POS KUPANG/SERVATINUS MAMMILIANUS
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sikka, Tommy Lameng. 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Euginius Mo’a 

POS-KUPANG.COM|MAUMERE--- Kepala Dinas Pekerjaan  Umum  dan  Penataan  Ruang  (PUPR)  Kabupaten  Sikka, Tommy Lameng,  mengakui dirinya  dan  Pelaksana  tugas  (Plt)  Bupati  Sikka, Drs.Paolus Nong  Susar,  menerima  getah dari  janji-janji yang dilontarkan  pemerintah  Kabupaten  Sikka membayar  ganti  rugi  lahan Bendungan Napungete.

“Pemilik lahan  tidak percaya  lagi dengan  kita. Saya   dan Plt  (Bupati  Sikka, Drs.Paolus  Nong  Susar) menerima resikonya,” ujar Tommy   kepada POS-KUPANG.COM,  Jumat  (25/5/2018)  di Maumere.

Tommy mengatakan,dirinya dan  Plt Bupati Sikka  bolak-balik datang ke Ilin Medo  menemui pemilik lahan di  Bendungan Napungete  menjelaskan proses  keuangan  ganti  rugi  lahan. Namun  semua  penjelasan  yang disampaikan pemerintah  tidak dipercaya lagi.

Masyarakat  memegang  janji   Bupati Sikka  (non  aktif), Drs.Yosef  Ansar Rera, dan  mantan Ketua  DPRD  Sikka, Rafael Raga, akan membayar  ganti  rugi  pada  akhir  bulan  Desember  2017. Namun  sampai menjalani  cuti mengikuti  Pemilukada  Sikka, janji  itu  tidak  terwujud.

“Hari  Rabu (23/5/2018) utusan  warga  bertemu lagi  bertemu  Pak Plt  dan  Forkompimda  di  ruang VIP  Bandara  Frans  Seda. Siang hari itu, Pak Plt dan Forkompimda  berangkat  ke Kupang. Mereka minta  kita buat surat pernyataan.  Saya   ini sebagai apa?. Saya juga  tidak berani,”  ujar Tommy.     

Tommy  mengatakan, Pemda  Sikka   telah memiliki alokasi   Rp 4 Miliar dari Anggaran  Pendapatan dan Belanja Daerah  (APBD) 2018,  masih kekurangan  dana sekitar  Rp 3 Miliar lagi. Total  dana dibutuhkan  ganti  rugi  Rp  7  Miliar.

Baca: Hari Ini, Pengumunan Kelulusan UN 72 SMP di Manggarai, Ini Harapan Kadis Dinas dan Kepsek

Baca: Penutupan Akses Jalan Ganggu Proyek Bendungan Napungete

Baca: Rumah Permanen Terbakar, Nenek Lihat Asap dari Atap Plafon

Baca: Ini Penyampaian Dinas PUPR Kepada Komisi III DPRD Kota Kupang

Baca: Inilah Nama Peserta Lomba Mazmur Pesparani Tingkat Provinsi NTT

“Rencana semula  kami  hanya mau bayar  dari  dana  Rp 4 Miliar yang sudah  ada itu.  Tetapi  ruas-ruas   jalan  dalam  kawasan bendungan  yang  belum dibayar  ganti  rugi  itu sudah  ditutup  pemilik  lahan.  Kita  harus  bayar sekitar  Rp 7  miliar termasuk ruas  jalannya,” kata Tommy.

Tommy,mengatakan  pemerintah  daerah baru membayar  dana ganti  rugi  tahap satu pada   awal tahun  2017 sebesar  Rp  8 Miliar. Pemerintah  masih kekurangan  Rp 44 miliar   telah diminta  dari pemerintah pusat. (*)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Rosalina Woso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help